Love Papua, Love Dedi Mulyadi

0

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Sesudah shalat subuh Saya membuka FB. Subhanallah Saya terharu melihat sosok Dedi Mulyadi dengan ketulusan bercengkrama dengan pelajar dan mahasiswa Papua. Dari hati dan kebathinan Sang Budayawan yang penuh cinta. Sosok Dedi Mulyadi memang lembut namun tegas menyampaikan pesan.

Sebuah lagu indah dikumandangkan. Air mata Saya agak meleleh saat menyimak dan menikmati merdunya suara Si Penyanyi. Dedi Mulyadi melalui syair lagu yang dikarangnya menjelaskan kekaguman dan bangga pada tanah Papua. Faktanya Papua adalah pelengkap keindahan tanah air Indonesia.

Masih ingat apa yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan yang mengucapkan terimakasih pada para pendidik dan budayawan. Peran para budayawan sekaliber Kang Dedi Mulyadi dan sejumlah pendidik terbaik di negeri ini sangat dibutuhkan. Seribu Dedi Mulyadi dibutuhkan di negeri ini.

Kalau Dedi Mulyadi hanya satu maka idelalnya Ia menjadi penentu di tingkat nasional. Ia representasi generasi muda yang wow. Kalau Saya jadi Jokowi maka sosok Dedi Mulyadi cocok jadi menteri. Ia akan mampu menjadi menteri yang akomodatif, adaptif dan afirmatif terhadap dinamika dan keragaman potensi Indonesia.

Sosok yang menonjol, populis, memesona dan penuh kebathinan cinta perlu di dodorong memiliki amamah yang lebih luas. Para budayawan, pendidik hebat dan tokoh cendikiawan lainnya perlu dihimpun mengurai beban negeri ini. Dihimpun atau satu dua tokoh terbaik diberi otoritas membantu Presiden di kabinet.

Para budayawan dan para pendidik kontribusi positifnya di negeri ini akan terus dinanti. Begitu pun terkait tanah indah, tanah Papua. Mari kita jaga bersama. Jangan sampai ada tokoh yang menghina simbol-simbol agama, suku dan keragaman. Kita adalah saudara. Leluhur kita adalah sama Adam AS.

Lagu Edo Kondologit dan Franky Sahilatua pun menjelaskan keistimewaan tanah Papua. Diantara lirik yang bisa kita baca adalah, “Tanah Papua tanah yang kaya….surga kecil jatuh ke bumi….seluas tanah sebanyak madu….adalah harta harapan. Hitam kulit, keriting rambut, aku papua”. Papua saudara kita, kebanggaan kita.

Ingat Papua kadang Saya ingat sahabat Nabi yang bernama Bilal. Sosok yang konon dalam kisah metaforisnya sendalanya saja sudah ada di surga. Apalagi orangnya dijamin masuk surga. Kenapa? Karena Ia diantara kekasih Nabi Muhammad. Kulit yang hitam, kriting tapi setia dan suaranya merdu mengumandangkan adzan mengajak shalat.

Papua negeri dengan burung surga Cendrawasih. Papua dengan suara para penyaynyi yang merdu bagai sahabat Bilal. Papu indah negeri surga dunia. Jangan sia-siakan tanah surga Papua.

Love Papua.. Papua Love You