Foto : Anggota DPRD Kab.Sukabumi, Usep Wawan menjenguk Ridho, pelajar SMPN 3 Palabuhanratu, yang menjadi korban pembacokan.
Pewarta : Ajid Alfaro
Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Seorang pelajar SMP N 3 Palabuhanratu terpaksa harus dilarikan ke RSUD Palabuhanratu, karena mengalami sabetan senjata tajam dibagian pinggang yang dilakukan oleh sejumlah siswa dari sekolah lain di Jalan Sudirman tepatnya di depan taman kota Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Senin (02/09/19) siang.
Dari informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, kejadian berawal saat ganti jam pelajaran sekita pikul 13.00 WIB, korban Ridho Wichaksono (14) pelajar kelas 8 SMP N 3 Palabuhanratu bersama dua orang temannya hendak membeli bensin di kios dekat sekolah.
Ditengah perjalanan Ridho dibuntuti dua sepeda motor lain yang masing – masing berpenumpang 3 (tiga) orang dan kemudian memepet sepeda motor yang dikendarai korban dan dua orang temannya.
Tanpa ada sebab yang jelas, pelaku langsung menyabetkan clurit dua kali ke tubuh bagian belakang dan tepat mengenai pinggang korban Ridho.
Sabetan celurit tersebut mengakibatkan anak ke 2 dari pasangan Kabul Wicaksono (50) dan Ade Lindawati (44) warga Cikidang RT 02/RW 03 Kecamatan Cikidang ini mengalami luka sepanjang 15 Cm berkedalaman 10 Cm hingga korban harus menjalani perawatan serius tim medis di ruang IGD RSUD Palabuhanratu.
“Saya tidak bisa terima atas apa yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak saya, hingga mengalami luka pada bagian pinggang,” ucap Ade Lindawati (44), ibu korban.
Ia berharap Polisi bisa segera menangkap para pelakunya dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku atas perbuatannya.
Tindak kekerasan yang melibatkan para pelajar SMP ini mengundang rasa prihatin dari berbagai kalangan masyarakat Palabuhanratu, salah satunya dari anggota DPRD Kab.Sukabumi Usep Wawan, menurutnya, karena kejadiannya masih dalam jam sekolah, maka ini perlu disikapi serius oleh dinas terkait, karena hal ini akan menjadikan barometer kinerja pemerintahan.
“Kita harus memberikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang lagi, disinilah pentingnya pendidikan mental di sekolah, selain itu harus juga di tingkatkan Mulok yang dapat meningkatkan kedisiplinan seperti Pendidikan Agama,” ujarnya.
Orangtua bersama – sama dengan pihak sekolah harus meningkatkan pengawasan terhadap anak – anaknya, demkian hal nya dengan Dinas Pendidikan harus segera mengambil sikap tegas dan memberi sanksi bagi para pihak yang terlibat dalam tawuran, tandasnya.
