Pewarta Ok
Koran SINARPAGI, Kab. Surabaya,- Madinah, Perjalanan Ibadah Umrah kami dimulai pada tanggal 31 Desember 2019 berangkat dari Terminal 1A Bandara Juanda Internasional Surabaya, kami berangkat dengan rombongan jamaah terdiri dari 45 orang dari berbagai daerah yang ada di Jawa Timur dengan Team Leader Irvan Prasetyo dan Munthowif Makkah dari lulusan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Ust Moh. Hayat Fahri Kami berangkat dengan pesawat Plat merah milik Pemerintah Arab Saudi langsung berangkat dari Terminal 1A Bandara Juanda Internasional Surabaya pada pukul 11 siang menuju Madinah Al-Munawwarah dengan ijin Allah SWT selamat pada pukul 17.00 Wib Waktu Madinah.
Perjalanan ibadah Umroh ini kami ini telah sampai hari ke empat dengan suatu kebahagian dan kepuasan yang sangat mendalam dari para Rombongan Jamaah Umroh. Kami sangat Bahagia dan perjalanan kami ini terpuaskan karena di dilayani dan dilaksanakan oleh Biro PERJALANAN ZIARAH HATI TOUR & TRAVEL yang beralamat di Surabaya, Jl. Kayoon 38-40
Perjalanan umroh di hari pertama dengan berkunjung ke makam dan Masjid Nabi Muhammad SAW. Panggilan Umroh dalam menyambut panggilan Allah inilah kunci sukses bisa menikmati semua layanan sebagai Tamu Allah di tanah suci,  Madinah Al-Munawwarah dan Makkah Al-Mukarramah.
Bagi kami semua kenikmatan yang dirasasakan dalam seluruh agenda umrah dan ziarah Nabi SAW selain Nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH SWT adalah berasal dari kegembiraan dengan dilayani dan didampingi oleh Biro PERJALANAN ZIARAH HATI TOUR & TRAVEL dengan diikuti pula oleh pemilik ZIARAH HATI INDONESIA, yaitu H. Moch. Mas Amirudin,S.E. Kegembiraan inilah yang membuat semua kemustahilan, kesulitan, keletihan, kepayahan, kelemahan bahkan kesakitan bisa dikalahkan. Energi kegembiraan ini muncul karena kita bergembira karena Allah.
Perjalanan umrah dan ziarah Nabi selama Tiga Belas hari (31 Oktober 2019 – 12 November 2019) di mulai dari Kota Madinah. Saat itu Kota Madinah menyediakan udara sangat sejuk hingga 3oC pada pagi hari dan 18Â oC pada siang hari. Kami bersama rombongan mendapatkan fasilitas super Maksimal mulai dari Hotel O Meter yaitu ELAF GRAND AL MAJEDI Madinah dengan rasa jian makanan khas cita rasa Nusantara, Bus Double Dekker standart International,
“Bapak dan Ibu, debu dan udara di Madinah ini adalah obat.”Demikian salah satu kata yang sangat kami ingat saat seorang ustadz yang menjadi Muthawwif (pemandu umrah dari travel) memotivasi kami saat kami baru menginjakkan kaki di Bandara Madinah.
Saya pegang dan amalkan petuah ustadz tersebut. Saya tidak memakai masker seperti kebanyakan orang Indonesia di Madinah. Saya juga tidak memakai jaket, sarung tangan, penutup telinga dan leher. Cukup dengan memakai jubah untuk shalat, saya merasakan udara di Madinah sangat nyaman.
Kami bebas menghirup segarnya udara Kota Nabi ini. Keyakinan kami bahwa udara di Kota Madinah adalah obat, bukan membuat sakit, terbukti. Selama di Madinah kami tidak merasakan flu, pusing dan demam. Bahkan kami bisa berkeringat dan kondisi badan kami sangat fit. Satu hal yang kami yakini, semua itu karena hati kami begitu bergembira. Ya, bergembira karena Allah. Dengan perasaan gembira, kami menikmati udara yang secara logika dingin, terasa hangat dan menyegarkan.
Kami keluarga besar jamaah surabaya yang sedang mengikuti perjalanan Ibadah UMROH bersama ayahanda kami sangat berkesan dengan Pelayanan yang telah diberikan oleh ZIARAH HATI INDONESIA, hal ini ketika ayahnda kami yang telah berusia 70 tahun mengalami kesulitan untuk berjalan, maka disediakan sebuah kursi roda yang sangat berguna bagi ayahnda kami dalam rangkaian mengikuti perjalanan Umroh selama di Madinah.
Saat di Madinah, Kota Mulia tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW, jarak dari tempat menginap ke dalam masjid sekitar 300 m ke shaf bagian depan. Belum lagi kalau jamaah laki-laki mau menuju Raudah dan Makam Nabi, jaraknya bisa 2 Km. Bila sehari shalat berjamaah lima kali dan 2 kali ziarah ke Makam Nabi, setidaknya selama empat hari di Madinah kami berjalan untuk ibadah saja sejauh 17 km. lebih panjang dari jarak lomba lari 10 K. Bagi Rombongan Kami, yaitu Bapak Sukadi yang berasal dari Kediri dan Bapak H. Nur Hadi (telah lima kali umrah dan 1 kali haji) atas pelayanan yang telah diberikan oleh ZIARAH HATI INDONESIA menyatakan sangat senang dan puas serta membuat ibadah semakin fokus
Aktifitas berjalan kaki yang cukup panjang dan berulang-ulang ini secara normal membutuhkan kekuatan fisik khususnya kaki. Sebagian besar jamaah, kami lihat tetap merasakan kenikmatan berjalan kaki meskipun jarak satu tempat ke tempat lain tidaklah dekat.Di Kota Madinah, ujian jarak dan kuatnya kaki telah dilalui dengan baik. Semua ini karena semua merasa bergembira. Gembira karena bersama Allah. Gembira saat shalat berjamaah, tilawah Alquran, shalat malam, berdoa, berziarah ke Makam Nabi SAW dan menikmati Raudah, “Taman Surga”.
Tulisan Perjalanan Umroh kami tulis pada malam waktu madinah adalah malam kami untuk terakhir beritikaf di Masjid dan makam Nabi Muhamad, SAW (di Indonesia sedang dini hari karena perbedaan waktu 4 jam lebih cepat waktu yang ada di Tanah Air Indonesia). Kami datang ke Masjid dan makam Nabi Muhamad, SAW dengan adab dan tata krama salam kedatangan dan kami pulang dengan salam pamitan pada pagi hari sebelum menuju ke Makkah besok siang untuk menjalankan ihrom pada pukul 1.30 wib siang waktu madiinah. Bersambung Perjalanan Umroh
