Ragam

Dudung Lantik Dede Amar, Sebagai Ketua PGRI Jabar

adminsigiku.com
×

Dudung Lantik Dede Amar, Sebagai Ketua PGRI Jabar

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Jawa Barat,- Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) Pusat, Dudung N Koswara, melantik Dede Amar sebagai Ketua PGRI Jawa Barat, menggantikan Edi Parmadi, Minggu (29/12/19), di Hotel Ibis Bandung, setelah Konferensi PGRI tingkat Jawa Barat yang dilaksanakan 27-29 Desember 2019 usai di helat dengan sukses.

Berikut susunan Pengurus PGRI Propinsi Jawa Barat periode 2019 – 2024 yang dilantik,
1) Ketua Umum : Drs.H.Dede Amar,M.M.Pd,
2) Wakil Ketua : Drs.H.Kustiwa Benoputra,M.Pd.,
3) Wakil Ketua : Drs.H.E Kusdinar,
4) Wakil Ketua : Drs.H.Endang Djakatela,MM.M.Si,
5) Wakil Ketua : Drs.H.Agus Firman Zaeni,M.Si,
6) Sekretaris Umum : Drs.Maman Sulaeman,M.Si, dan
7) Wakil Sekretaris : H.Maman Sulaeman.

Dalam kesempatan tersebut Dudung memberikan apresisasi atas terselenggaranya prosesi Konferensi PGRI Jawa Barat tahun 2019 dengan lancar.

Ketua PB PGRI Pusat, Dudung Nurullah Koswara (tengah), bersama Dede Amar, Ketua PGRI Jabar yang baru dan Edi Parmadi yang digantikannya.

Kepada pengurus baru, Dudung memberikan arahan agar terus meningkatakan layanan pada anggota dengan baik, “Upaya peningkatan kompetensi guru harus dilakukan dalam rangka menyambut program guru penggerak dan guru merdeka,” ucapnya.

Selain itu Dudung juga menyarankan agar PGRI Jawa Barat melaksanakan sebuah program baru yakni, mengapresiasi para Ketua Pengurus Cabang (PC) terbaik di setiap daerah, dimana pada saat HGN dan HUT PGRI tingkat provinsi deberi penghargaan, demikian halnya dengan para pengurus milenial atau guru muda yang mau terlibat untuk mengurus PGRI ditingkat cabang perlu dihargai dengan baik, tambahnya.

Dudung berharap, PGRI Jawa Barat mampu menghidupkan geliat dan dinamika ke PGRI an diberbagai daerah di Jawa Barat agar kehidupan organisasi lebih terasa gregetnya.

“Melibatkan para guru yang potensial di setiap jenjang pengurus cabang adalah hal yang sangat baik. PGRI perlu pembaharuan terkait pelibatan guru-guru muda dan penguatan pada peran cabang di setiap daerah,” tegasnya.

Bagi Dudung dinamika dan geliat di tingkat cabang adalah hal yang utama. “Cabang sangat strategis dalam memelihara citra, eksistensi dan perannya dalam melayani para guru. Anggota PGRI ada di cabang, iuran PGRI pun datang dari cabang,” tandas Dudung.

Menghidupkan organisasi PGRI di tingkat cabang, menurut dia identik dengan menghidupkan PGRI di rumah utamanya.

“PB PGRI, PGRI Provinsi dan PGRI ko/kab hanyalah penyambung aspirasi dan struktur keorganisasian, namun PC adalah real kehidupan para guru dan dinamika yang sebenarnya. Kebathinan para guru ada di setiap cabang dan ranting,” katanya.

Dudung berharap dengan adanya kepengurusan PGRI Jawa Barat yang baru, akan ada kebaruan yang signifikan bagi peningkatan martabat dan peran profesi guru.