Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan acara Coffee Morning bersama wartawan di halaman belakang Gedung Disperkim Jalan Kawaluyaan Kota Bandung, Jumat ini.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dicky Saromi membuka acara dengan mengenalkan percontohan permukiman yang ideal seperti kantor dinasnya. Setelah itu dilanjut dengan interaktif bersama wartawan tentang program dinas dan kebijakan pemerintah provinsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat rumah layak huni.
Dicky mengatakan kebutuhan rumah bagi warga di Provinsi Jabar bertambah setiap tahunnya. Sedangkan jumlah hunian rumah layak masih terbatas atau kemampuan manusia memiliki rumah masih sulit. Sehingga hal ini berdampak pada meningkatkan angka kesenjangan antara jumlah keluarga yang ada dengan jumlah kebutuhan huniannya.
Beberapa solusi dihadirkan dinas untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RU membangun apartemen transit juara di Jawa Barat.
Menurut dia, dengan membangun sejumlah apartemen atau rumah susun ini maka pihaknya mendorong masyarakat berpenghasilan rendah tinggal di apartemen transit unit. Sudah banyak yang mengantri menjadi bukti hunian tersebut diminati, ucapnya
Apartemen transit tersebut tersedia dalam tipe 21 dan 24 dengan biaya sekitar 10 persen dari penghasilan bulanannya atau antara Rp200 ribu sampai Rp350 ribu.
Ia mengatakan selama masa transit maksimal 10 tahun maka warga diwajibkan menabung untuk nantinya bisa membayar uang muka cicilan rumah tapak atau rumah susun hak milik.
Pemprov Jabar, lanjut dia, menyiapkan program pemberdayaan penghuninya seperti keterampilan menjahit, kuliner, sampai berkebun.
“Jadi dengan biaya hanya Rp250 ribuan per bulan, masyarakat berpenghasilan rendah bisa tinggal di hunian layaknya apartemen, yang ada berbagai fasilitas dan keamanan 24 jam. Sambil mereka menabung untuk uang muka membeli rumah,” kata Dicky.
Beberapa titik hunian dibangun. Itu kebanyakan dibangun di kawasan industri karena memang di antaranya untuk para pekerja industri. Sehingga mereka bisa menyicil uang muka untuk membeli rumah pribadi.
Dicky mengungkapkan ada arah kebijakan pembangunan kedepan hunian yang dibangun diprioritaskan bersifat vertikal. Karena ini lebih efesien dan mudah pengelolaannya. Hasil rapat bersama asosiasi pengembang. Pemerintah provinsi akan mengalokasikan bantun berupa tanah dan fisilitas umum untuk pengembang rumah hunian vertikal.
Selain itu penghuninya kita berdayakan dengan pelatihan, menjahit, kuliner dan keahlian lainnya dengan kerja sama dengan Disnakertrans jabar, adapun untuk meningkatkan literasi minat baca penghuninya ada fasilitas bantuan buku untuk perpustakaan dihunian dari Dinas Perpustakan & Kearsipan Jabar. Targetnya kehidupan mereka lebih berkualitas melalui terpenuhinya kebutuhan lahir dan batinnya
