Ragam

Pendidikan Jabar Mulai Cerah

adminsigiku.com
×

Pendidikan Jabar Mulai Cerah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMA N 1 Parungpanjang)

Pepatah bijak mengatakan, “Jangan pernah berhenti lbelajar, bergerak, berikhtiar dan bedoa”. Hari ini Saya membaca status FB Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjelasakan wajah “Pendidikan Jabar Mulai Cerah”. Dalam statusnya Ridwan Kamil menuliskan “Keterharuan perwakilan para guru honorer Jawa Barat yang mendapatkan surat keputusan dari gubernur setelah lolos seleksi ketat untuk sertifikasi tunjangan guru non-PNS.”

Gubernur Ridwan Kamil menjelaskan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerbitkan SK ini. Sehingga para guru honorer terseleksi ini berhak mendapatkan tunjangan rutin bulanan sebesar 1,5 juta rupiah dari APBN, melengkapi tunjangan guru honorer yang sudah diberikan melalui APBD Provinsi. Ini pernyataan yang sejuk dan adem bagi para guru non PNS.

Lebih sejuk lagi ketika Ridwan Kamil selanjutnya mendoakan para guru non PNS dengan menuliskan, “Semoga guru-guru honorer di Jawa Barat semakin sejahtera dan semakin baik dalam mendidik, membimbing dan mengawasi kemajuan siswa-siswa di Jawa Barat”. Doa pemimpin adalah doa yang menembus langit dan bisa mewujudkan kesejahteraan guru non PNS dalam otoritasnya.

Jabar Juara lahir Batin dalam pendidikan dimulai dari guru-gurunya, kepala sekolahnya dan layanan proaktif humanis dari birokrasi pendidikannya. Guru PNS dan non PNS adalah pasukan “Siap Tempur” dalam mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Pasukan yang sangat bisa diandalkan dan dibariskan dalam satu komando Diskdik Jabar. Berbekal “logistik” kesejahteraan guru yang baik perjuangan akan lebih mudah.

Ketika guru PNS dan non PNS mulai mendekat jarak finansialnya maka akan lebih baik. Bila guru non PNS dapat dari APBN (TPG) dan mendapat honor dari APBD Jabar sungguh mulai cerah. Tanda-tanda mendekati UMR/UMP/UMK bagi guru SMA/SMK/SLB mulai terwujud. Tinggal nanti untuk guru TK/SD/SMP para bupati dan walikota “meniru” Ridwan Kamil, memberikan SK kepada para guru non PNS yang lolos PPG.

Jangan pernah mempersulit administrasi guru dalam mengurus kesejahteraannya. Mengapa? Karena bila guru dipersulit, kesulitan dan jauh dari sejahtera, maka anak didiknya pun akan terimbas. Guru sejahtera maka anak didiknya pun akan terbawa sejahtera. Guru perutnya lapar tak mungkin bisa melayani anak didik dengan baik. Sejahtera lahir batin bagi para guru adalah tuntutan. Para pemimpin harus sadar ini!

Tercatat dalam sejarah bangsa kita dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Tokoh perubahan itu terlahir dari golongan sejahtera. Tidak ada orang hebat dan menjadi pelopor perubahan dari golongan orang yang sangat miskin. Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Ari dan bahkan Bung Karno, tidak lahir dari keluarga miskin. Semua tokoh besar lahir dari keluarga sejahtera dan terdidik.

Bila negara dan pemerintah punya pola dan visi “SDM Unggul Indonesia Maju” maka kuncinya ada di siapa aktor penggerak SDM? Tiada lain adalah guru. Entitas guru adalah penggerak SDM bangsa. Jangan abaikan, sepelekan dan anggap biasa profesi guru. Hanya dari tangan guru sejahteralah perubahan itu akan terwujud. Selama para guru masih jauh dari sejahtera, semua visi itu hanya mimpi dan retorika politik.

Bangsa besar dimuali dari membentuk guru-gurunya yang sejahtera dan profesional. Bohong jumbo, maksud Saya bohong besar segala retorika politik dan visi bangsa yang wow dan manis tanpa mensejahterakan gurunya. Pendidikan adalah fondasi peradaban semua bangsa. Guru adalah aktor utama pendidikan. Berikan kesejahteraan dan perlindungan yang baik pada guru, maka guru pun akan memberikan jaminan layanan terbaik bagi anak didiknya.

Kembali ke Jabar Juara Lahir Batin bidang pendidikan nampak mulia menggeliat ditandai dengan kebijakan penguasa yang pro guru. Pemerintah yang pro guru akan melahirkan guru yang pro pemerintah. Wujudnya bekerja dengan penuh dedikatif, penuh semangat dan bangga menjadi guru. Tidak galau dan melow karena hidup tidak sejahtera. Pemerintah menjamin kesejahteraan guru. Guru menjamin sukses pendidikan!