Pewarta : Iwan Brata
Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Panitia Pelaksana Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 di Kecamatan Lubai, Minggu (16/8) melakukan gladi resik di Lapangan SMAN 1 Lubai dengan diikuti oleh seluruh peserta upacara yang telah ditetapkan diantaranya dari TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, Pelajar
Teriknya sinar matahari yang menghujam bumi, tak menyurutkan semangat para peserta mengikuti jalannya upacara dengan khidmad termasuk anggota Paskibraka Kecamatan Lubai yang akan bertugas menaikkan dan menurunkan Bendera Merah Putih dengan didampingi Babinkamtibmas dan Babinsa.
Gladi kali ini dipimpin langsung oleh Camat Lubai, Edi Suprianto,SP.M.Si dan koordinator Upacara HUT RI ke 75, Kecamatan Lubai.
Kooordinator Pelatih Paskibraka Hidayat, memotivasi para capas untuk tetap rileks namun focus dalam menjalankan proses Gladi. “Saat ini tekanan yang kalian rasakan baru 50%, namun pada hari pelaksanaan, tekanan yang kalian rasakan akan 100% dengan kehadiran tamu undangan termasuk orang tua kalian, namun demikian, kalian harus yakin dan menanamkan rasa percaya diri bahwa kalian bias dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” pesan nya
Dirinya bersama pelatih lain tampak terus memberikan motivasi dan arahan dari pinggir lapangan saat Capas menjalankan rangkaian pengibaran dan penurunan, sehingga pada hari H pelaksanaan, Capas dapat bertugas dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Camat Lubai, Edi Suprianto,SP.M.Si mengatakan, para Capas telah digembleng sejak 20 Juli lalu dengan jadwal yang padat, “Capas harus mengikuti setiap materi yang telah disusun oleh tim pelatih dinataranya baris-berbaris dan formasi yang menjadi kunci dalam proses pengibaran dan penurunan,” katanya.
Dia mengaku optimis, anak-anak ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik, “Mereka adalah orang – orang pilihan, artinya, mereka merupakan pemuda-pemuda terbaik yang terpilih maisng-masing untuk bertugas di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan upacara, sebagaimana tahun – tahun sebelumnya agar upacara dapat berjalan dengan sukses dan lancar, pihaknya telah mengantisipasi menyiapkan genzet berkekuatan 50 KVA sebagai penyuplai tenaga listrik utama selama pelaksanaan upacara terutama untuk sound system yang berkapasitas 25.000 watt.













