Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)
Adalah Drs. Asep Wahyudin,M.Pd seorang Kepala SMPN 19 Singkawang dan sekaligus sebagai Ketua PGRI Kota Singkawang periode tahun 2020 – 2025. Istrinya pun sebagai seorang guru di SMAN 9 Singkawang. Beliau adalah keluarga guru yang sangat bangga dan mencintai profesi guru.
Pekan ini di dunia medsos organisasi PGRI muncul gambar dan video yang romantik bersyiar PGRI. Luar biasa metode Asep Wahyudin mensyiarkan PGRI dengan caranya. Motor klasik berbalut batik PGRI sungguh menawan. Plus video singkat ini menjelaskan sosok Asep Wahyudin sangat mencintai PGRI dan keluarganya.
Video singkat yang menayangkan motor antik dan wajah istrinya seolah menjelasakan PGRI dan istrinya adalah dua spirit hidup dan perjuangannya. Sangat beruntung seorang Asep Wahyudin mendapatkan amanah sebagai Ketua PGRI Kota Singkawang dan Kepala SMPN 9 Singkawang. Juga sangat beruntung didampingi istri tercinta dalam berjuang di PGRI.
Untuk menjadi seorang kepala sekolah tentu tak mudah. Begitu pun untuk menjadi seorang ketua PGRI. Asep Wahyudin membutuhkan dukungan banyak pihak, terutama para guru anggota PGRI. Dalam dunia lapangan pemilihan Ketua PGRI, biasanya para guru sangat sulit karena umumnya sering berhadapan dengan pejabat atau birokrat yang punya kekuasaan.
Asep Wahyudin luar biasa berhasil terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Singkawang. Tidak mudah untuk menjadi Ketua PGRI di jenjang Kota dan Kabupaten. Biasanya para pejabat atau birokrat berusaha menjadi Ketua PGRI. Banyak orang ingin menjadi Ketua PGRI, terutama para birokrat. Para guru justru jumlahnya tidak banyak.
Sungguh melihat tayangan video karya Ketua PGRI Kota Singkawang ini menjadi tayangan romantik dan asyik. Asep Wahyudin nampak sebagai sosok yang berjuang untuk nasib para guru. Memperjuangkan nasib para guru sama juga dengan memperjuangkan nasib istrinya sendiri sebagai guru.
Sebagai Ketua PGRI Kota Singkawang, Asep Wahyudin sehari-hari bersama guru. Ia sangat tahu sejumlah masalah guru karena dalam dunia kerjanya dikelilingi pra guru. Tak bisa lepas dan jauh dari guru. Bahkan sampai ke rumah dan kekamar pun Ia bersama guru. Tentu bersama istrinya sebagai guru. Asep Wahyudin adalah guru berprestasi.
Asep dalam memperjuangkan guru tentu akan sesuai dengan kebatinan para guru. Karena kesehariannya Ia bersama guru. Tentu Asep Wahyudin akan kesulitan dan berjarak dengan kebatinan guru bila tempat kerjanya tidak ada guru atau anggota PGRI. Dari guru, oleh guru, untuk guru, sekeliling guru tentu akan lebih baik bagi para ketua PGRI.
Selamat berjuang sosok Asep Wahyudin. Motor klasik berbalut PGRI menunjukan militansi dan kebanggaan pada organisasi PGRI. Selamat berjuang Ketua PGRI Kota Singkawang Asep Wahyudin. Motor unik berbalut batik PGRI sungguh sebuah syiar yang baik.
