Melalui Online Kemenperin Bincang Temu Bisnis Bersama Pengrajin Perkakas

0

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA), Kementerian Perindustrian, menyelenggarakan kegiatan Temu Bisnis IKM Logam di Kabupaten Bandung. Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Ir. Endang Suwartini, M.Sc., memberikan sambutan secara daring pada pembukaan kegiatan “Temu Bisnis IKM Logam di Kabupaten Bandung” yang turut dihadiri oleh Plt. Kadis Perindag Kabupaten Bandung, Marlan, S.IP., M.Si. Temu Bisnis diselenggarakan selama sehari, tanggal 23 September 2020 menghadirkan 20 pelaku usaha setempat dengan para narasumber yang berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Bandung, LPSE Kabupaten Bandung, Dr. Sudin dari Suku Dinas Pertamanan Dan Hutan Kota, Kota Adm. Jakarta Selatan, PTPN VIII, dan marketplace PT. Sikumis Bangun Indonesia.

“Dalam menciptakan IKM yang mandiri dan berdaya saing, Kementerian Perindustrian memiliki berbagai program pembinaan, mulai dari fasilitasi pembinaan tingkat dasar melalui Bimbingan Teknis Produksi maupun Fasilitasi Mesin Peralatan, dilanjutkan dengan fasilitasi tingkat lanjut diantaranya melalui Dampingan Tenaga Ahli, Sertifikasi SNI maupun ISO, hingga mempromosikan IKM potensial melalui kemitraan maupun marketplace online, selain itu juga terdapat fasilitasi Restrukturisasi Mesin Peralatan dalam rangka pemberian potongan harga pembelian mesin peralatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan skala usaha dari IKM”, ucap Endang saat menjadi narasumber acara.

Endang menambahkan, saat ini hampir semua sektor industri mengalami dampak dari Covid-19, untuk itu Kementerian Perindustrian berupaya memfasilitasi IKM dalam memperluas wilayah pemasaran salah satunya dengan kemitraan dengan perusahaan perkebunan, pemerintah daerah maupun marketplace.

“Peningkatan penyerapan produk dalam negeri penting dilakukan saat ini untuk mendukung pemulihan dari dampak Covid-19, untuk itu kita perlu menyadari bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri kita turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat”, tambah Endang.
Dalam kegiatan pembukaan tersebut, Endang Suwartini berharap keterlibatan berbagai stakeholders untuk berperan serta dalam mendukung penyerapan produk-produk IKM.

Endang juga menjelaskan tentang kondisi IKM saat pandemi dan program Kemenperinnya. Perihal bantuan untuk para IKM/pengrajin, bantuan stimulus berupa pembinaan dan pelatihan terus berjalan. Kalau untuk bantuan keuangan, itu dikoordinatori oleh Kementerian Koperasi & UMKM. Tapi intinya kita tetap hadir mendukung apa yang dibutuhkan berupa kegiatan ataupun pelatihan. Seperti ini kan ada webminar, acara promosi yang dilakukan secara online ataupun kedepannya kalau perlu dukungan untuk material bahan baku pengembangan produk. Kemenperin konsisten untuk meningkatkan daya saing industri kecil menengah.

Endang menyakini sejauh ini daya saing produk buatan Indonesia kualitasnya sama dengan negara lain, produk kita tidak ada yang jelek. Buktinya produk pengrajin mampu tembus ekspor. Karena Kemenperin terus berupaya meningkatkan kualitas produk pengrajin yang masih menggunakan peralatan yang sifatnya tradisional. Intinya sesuai arahan presiden, kita harus bangga pakai produk buatan Indonesia. Dan Kemenperin siap melakukan apapun yang diperlukan untuk kemajuan produk dari berbagai Industri dalam negeri.