Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMAN1 Parungpanjang)
Kadisdik Jabar Dedi Supandi memang terus menuai prestasi. Awalnya Ia diragukan sejumlah pengamat pendidikan. Faktanya dalam seratus hari kerja malah Ia ngabret ngaberelet melakukan percepatan luar biasa. Sebut saja seribu lebih guru honorer bersertifikat di sekolah negeri kini dapat TPG. Ini hanya terjadi di awal kepemimpinan Dedi Supandi.
Selanjutnya terkait dana BOPD dan BPMU benar-benar sangat membantu setiap satuan pendidikan untuk lebih meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kadisdik Dedi Supandi terlihat “semangat 45” untuk ngabret menuju Jabar Juara Lahir Batin dengan memperbaiki sejumlah kelemahan dalam dunia pendidikan Jawa Barat.
Info terbaru yang akan “dieksekusi” adalah terkait tunjangan jabatan kepala sekolah (KS) dan pengawas sekolah (PS). Ini berita manis dari Kadisdik Jabar yang akan membuat para KS dan PS bekerja semakin manis, insyaallah. Layak para KS dan PS untuk mengatakan terima kasih Kadisdik Jabar atau “Kadisdik Jabar Like This”. Kadisdik Jabar memang muda, handsome dan mengerti lapangan.
Bila pimpinan satuan pendidikan dan pengawas satuan pendidikan bertunjangan kecil, mana bisa berprestasi. Berprestasi itu butuh “energi” yang sangat cukup atau sangat pantas. Energi yang direncanakan Kadisdik Jawa Barat untuk para KS dan PS sangat wajar dan wajib. Wajar dan wajib! Mengapa wajar dan wajib ? Faktanya KS dan PS di Jawa Barat memang masih terlihat kekurangan energi.
Bila kita komparasi dengan Disdik Banten, Disdik DKI Jakarta memang KS dan PS di disdik Jabar masih belum memiliki tunjangan “energi” sebesar kedua provinsi Banten dan DKI Jakarta. APBD memang tidak sama. Namun bila Disdik Jabar ingin lebih ngabret dan juara lahir batin diperlukan “energi pertamax” bagi para KS dan PS. Insyaallah akan lebih baik.
Kalau kita lihat baterai alkaline akan sangat beda dayanya dengan baterai ABC biasa. Kalau kita bawa kendaraan akan sangat beda percepatannya antara bensin premium dan pertamax. Itulah hukum kehidupan dimana energi akan menetukan daya dobrak dan daya juang. Menyambut pidato Kadisdik Jawa Barat dalam sebuah jejaring WAG yang tersebar terkait rencana tambahan tunjangan jabatan KS dan PS adalah sebuah kecerdasan Kadisdik yang visioner.
Sehat selalu Kadisdik Jawa Barat yang wow. Begitu pun para KS dan PS semoga semakin berenergi dan berprestasi. Kadisdik menaikan tunjangan PS dan KS maka KS dan PS menaikan dedikasi dan prestasi yang akan terakumulasi dengan naiknya prestasi pendidikan Jawa Barat.
Mari kita semua berhamba meminjam istilah Dirjen GTK Iwan Syahril kepada anak didik di setiap satuan pendidikian. Anak didiklah subjek terpending di dunia pendidikan kita. Kita semua (Kadisdik, PS, KS, guru dan tata usaha) adalah pelayan anak didik di setiap satuan pendidikian. Sejahtera anak didik berawal dari sejahtera KS, PS, guru dan tata usahanya.
Sekali lagi “Like This Kadisdik Jawa Barat” semoga pendidikan di Jawa Barat makin berkibar dan berprestasi. Perpatah bijak mengaatakan, “Motivasi terbaik bukan kata-kata dan rayuan biasa, melainkan fakta kesejahteraan dan perhatian yang diberikan”. Bahkan ada sebuah kata bijak lainnya mengatakan, “Siapa saja yang suka mensejahterakan orang lain maka Ia pun akan menuai kesejahteraan, bahkan berlipat ganda”.













