Pewarta : Fitri
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut – Buntut dari digadaikannya mobil ambulance oleh Kepala Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, Forum Komunikasi RT RW Desa Cihuni menggelar rapat untuk meminta dan mendengar pertanggungjawaban dari pihak kepala desa, namun dalam kegiatan tersebut kepala desa tidak hadir, dengan alasan sakit.
Ketua BPD Cihuni, Teten Sutendi, mengatakan rasa prihatin terhadap kejadian ini dan sehatusnya tak terjadi namun, inilah takdir yang harus seperti ini.
“Ada pemberitahuan bahwa kepala desa sedang sakit, saya menjunjung tinggi rasa kemanusiaan ketika kepala desa sakit, kita tidak bisa memaksakan hadir disini,” ucapnya.
Dikesempatan yang sama, Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon berharap ini bisa diselesaikan dan tak ada keraguan, “Banyak permasalahan yang ada di Desa Cihuni ini bisa terselesaikan oleh organ-organ pemerintahan disini,” ungkap Kapolsek.
Dirinya meminta agar permasalahan di Desa Cihuni dapat cepat terselesaikan, dan jangan sampai terulang krmbali, karena ini meeuapakan pengalaman yang pahit.
Sementara Camat Pangatikan, A.Harsono,HS mengatakan, aspirasi masyarakat tidak bisa semua diputuskan sehubungan dengan ketidakhadiran Kepala Desa Cihuni dikarenakan sakit berdasarkan hasil visum rumah sakit untuk seanjutnya.
Dalam hal ini BPD Cihuni menampung semua aspirasi masyarakat di forum rapat ini yang selanjutnya pertimbangan untuk musyawarah lanjutan dengan dihadiri langsung kepala desa dengan kondisi sehat walafiat.
“Disana kita dapat menyaksikan secara menyeluruh, tidak ada masalah yang tak terselesaikan ketika kita berbuat baik secara integritas dan semua hasil dari pada pertemuan ini,” tandasnya.
Menurutnya, untuk permasalahan tersebut menunggu kepala desanya karena pertanyaan ini tidak hanya parsial untuk BPD saja tapi harus berbarengan dengan pemerintahan desa. Keputusan hari ini menyataan bahwa BPD Cihuni secara legal formal masih aktif dan tidak non aktif sehingga masyarakat bisa menyalurkan asprasinya melalui BPD.
“BPD pada hari ini telah menampung aspirasi masyarakat tergantung dengan kinerja masyarakat desa untuk selanjutnya akan menjadi dasar bagi pertemuan musyawarah lanjutan yang dihadiri kedua belah pihak,” pungkas Camat.













