Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Era wabah adalah era dimana kita harus benar-benar iman dan imun. Iman dan imun tentu tidak hadir begitu saja. Membutuhkan ikhtiar belajar dan “literet” terhadap dunia wabah. Iman menguatkan kita pada apa pun yang akan menimpa diri, semua karena ijin Allah. Imun menguatkan vitalitas diri dari ikhtiar kesehatan diri kita.
Bisa jadi covid-19 tidak menjadi virus berbahaya bila kita tidak punya penyakit bawaan yang parah. Cukup isoman, kebanyakan sembuh bila kita tidak punya penyakit penyerta. Penyakit penyerta atau penyakit bawaan ini dikenal dengan istilah komorbid. Komorbid adalah “musuh dalam selimut” di tubuh kita.
Ada ungkapan “Musuh paling berbahaya adalah “orang terdekat” tiada lain musuh dalam selimut”. Komorbid adalah “musuh dalam selimut” tubuh kita. Waspadalah pada siapa saja yang punya musuh dalam selimut sejenis komorbid. Komorbid akan “berkolaborasi” menjatuhkan imun kita dan menyebabkan kita sakit parah.
Bila virus corona “kolaborasi” dengan komorbid maka tamatlah kita. Bila kita sadar punya komorbid sebaiknya melakukan “isoman” sebelum isoman karena Covid-19. Lakukan isoman walau pun tidak terkena Covid-19. Artinya bagi orang yang punya komorbid harus benar-benar waspada di atas rata-rata. Hindari keluar rumah saat pandemi naik. Bahkan saat melandai pun waspada.
Komorbid adalah “musuh dalam selimut” yang ada di dalam diri kita. Ia sangat potensial bekerjasama dengan Covid-19 untuk membunuh kita. Komorbid adalah pembunuh dari dalam dan Covid-19 adalah pembunuh dari luar. Semoga orang yang punya komorbid terhindar dari Covid-19 dan semoga ada keajaiban bagi yang isoman untuk segera sembuh.
Judul di atas sebenarnya menyitir “Manusia Komorbid”. Apa itu manusia komorbid ? Manusia komorbid adalah jenis manusia yang khianat pada teman, keluarga bahkan pada negara. Misal di saat negara kita sedang dilanda wabah, pemerintah benar-benar kesulitan keluar dari bahaya ekternal wabah. Ada sejumlah manusia yang malah menjadi entitas komorbid.
Apa maksudnya menjadi entitas komorbid ? Tiada lain adalah saat pemerintah diserang beban melayani masyarakat karena Covid-19 malah banyak orang nyinyir pada kebijakan pemerintah. Asupan dan kritik sah-sah saja. Tapi nyinyir dan selalu merespon negatif setiap kebijakan pemerintah tentu ini sejenis penyakit dalam masyarakat kita.
Entitas masyarakat yang sakit mental dengan indikasi selalu menjelekan apa pun yang dilakukan pemerintah maka ini adalah entitas manusia komorbid di NKRI. Manusia komorbid ini adalah “pembunuh” kehidupan masyarakat yang baik. Bawaannya menjelekan pemerintah dan pemerintah tidak ada benarnya. Semua salah, salah semua. Tidak ada yang pernah benar apa pun yang dilakukan pemerintah. Ini jenis masyarakat komorbid. Kalau hanya mengkritik, memberi solusi dan keras pada pemerintah dengan fakta objektif sah-sah saja. Asal bukan ASN.
Apalagi bila ada ASN sarjana, dosen, profesor, pejabat dll, ikut jadi entitas komorbid yang selalu nyinyir pada pemerintah. Padahal rezeki keluarga dan hidupnya dari pemerintah yang sah saat ini berkuasa. The Real Komorbid Entity. Waspda ! Jangan-jangan kita adalah jenis komorbid dalam negara kita. Ingat! Jangan tanya apa yang negara berikan pada kita tapi muhasabahlah apa yang sudah kita berikan pada negara ?











