Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Satu cerita paling hangat saat ini bagi civitas akademika SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor adalah sosok Profil Pelajar Pancasila bernama Dika Ambiya Rahman. Dika Ambiya Rahman, pelajar SMAN 1 Cijeruk, Kabupaten Bogor termasuk salah satu anggota Paskibraka yang dikukuhkan Presiden Joko Widodo, di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis, 12 Agustus 2021.
Sungguh sangat menawan sosok Dika dari SMAN 1 Cijeruk. Bisa jadi ini pun bawaan kepala sekolahnya yang bernama Fitriyani,S.Si.,M.Pd. Ia adalah diantara kepala sekolah peserta diklat termuda di Jawa Barat pada tahun 2019. Hidup memang ada jodohnya, kepala sekolah terbaik bertemu dengan siswa terbaik.
SMAN 1 Cijeruk dibawah kepemimpinan dan manajerial kepala sekolah Fitriyani terus berkibar. Kibaran terkini sebagaimana dimuat dalam koran Pikiran Rakyat adalah siswanya yang bernama Dika. Dika telah membawa harum Jawa Barat dan pelajar Kabupaten Bogor. Dika bagaikan duta Profil Pelajar Pancasila dari Kabupaten Bogor.
Dari keterangan kepala sekolah dikatakan bahwa sosok Dika adalah sosok pelajar yang berkarakter dan punya adversity quotient luar biasa. Ia hidup penuh tantangan dan ujian. Ia hidup setiap hari hanya dengan neneknya. Ia punya nenek yang penuh kasih sayang dan memberi dukungan luar biasa pada Dika.
Kalau kita simak ungkapan bijak yang mengatakan, “Tidak ada anak yang hebat tanpa guru yang hebat. Tidak ada guru yang hebat bila tidak ada kepala sekolah yang wow”. Nampaknya sosok Fitriyani adalah seorang manajerialis yang mampu memompa GTK di SMAN 1 Cijeruk agar melayani anak didik secara maksimal.
Faktanya kepala sekolah Fitriyani adalah kepala sekolah milenial yang enerjik dan pembelajar. Ia adalah diantara kepala sekolah yang punya harapan masa depan yang baik, sebaik harapan siswanya bernama Dika dan ratusan pelajar lainnya. Menurut kepala sekolah Fitriyani, sosok Dika bercita-cita ingin menjadi seorang AKPOL. SMAN 1 Cijeruk berusaha mendukung semaksimal mungkin.
Hal lainnya yang cukup kontekstual di SMAN 1 Cijeruk adalah potensi literasi GTKnya. Dalam kepemimpinan Fitriyani para GTK nya cukup masif belajar menulis. Fitriyani selaku kepala sekolah nampaknya memahami bahwa masalah anak didik kita saat ini sangat lemah dalam literasi. Ia memulai dari gurunya.
Produk buku karya guru-guru SMAN 1 Cijeruk menjelaskan bahwa Fitriyani serius menggeret para gurunya untuk menulis, agar jadi teladan bagi anak didiknya. Anak didik bisa menulis tentu bisa datang dari guru guru yang cakap menulis. Guru-guru bisa menulis tentu terkait kepala sekolahnya. Sosok Fitriyani tulisannya sering tayang di beritadisdik.com.











