Pewarta : Heri Kusnadi
Kabupaten Ogan Ilir – “Penerapan Budaya Positif dengan Pembiasaan Baik” adalah materi yang disajikan Rela Septiani S.Pd Calon Guru Penggerak dari SMPN 1 Pemulutan Selatan, dalam acara calon guru penggerak (SGP) Angkatan 3 yang bertempat di SMPN 1 Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir
Menurut Rela Septiani,S.Pd, program guru penggerak ini memberikan solusi kepada sekolah – sekolah sebagai penerapan budaya positif yang diharapkan sebagai agen transpormasi pendidikan di sekolah.
Tujuannya, kata dia lagi, sebagai penggerak kawan – kawan di sekolah untuk sebagai agen perubahan di sekolah agen perubahan pendidikan dan kegiatan ini akan berkesinambungan bagaimana sekolah kita akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan profil pelajar pancasila.
“Harapannya kedepan anak – anak bisa mendapatkan pendidikan yang baik yang merdeka, guru – guru juga bisa melaksanakan pembelajaran yang merdeka,” ucapnya.
Diungkapkan, peserta kegiatan ini adalah calon guru penggerak itu sendiri tetapi diimplementasikan kepada rekan – rekan guru lain di sekolah, Kepala Sekolah dan stakeholder sekolah disini.
Sementara Kepala SMPN 1 Pemulutan Selatan, Iskandar,Spd.,MSi, mengatakan, menyampaikan ucapan terima kasih dengan adanya acara program calon guru penggerak ini, karena menurutnya, dengan adanya calon guru penggerak ini, guru – guru yang lain termotivasi untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuannya agar bisa terkenal dan bisa meningkatkan kwilatas pembelajaran kepada anak didik.
Dijelaskan, calon guru penggerak ini adalah program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang direalisasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi dan Kabupaten.
“Sekolah kami dapat satu orang calon guru penggerak dan sekarang sudah berjalan hampir empat bulan lebih, saya selaku kepala sekolah sangat mensupport sekaligus memberikan dukungan kepada ibu Rela Septiani ini bisa menjalaninya sampai selesai, selama sembilan bulan kedepan,” kata Iskandar.
Dia berharap kepada guru – guru lain bisa mengikuti jejak Ibu Rela ini menjadi calon guru penggerak, “Tetap menambah ilmu pengetahuan untuk kedepan, demi pendidikan anak didik kita dan untuk diri kita sendiri, karena sekarang ini diperlukan guru – guru yang milenial, yang kreatif, dan bisa manfaatkan kecanggihan tekhnologi,” pungkasnya.













