Antar Desa

DPMD Jabar Ngawangkong Bareng Jeung Wartawan Desa Sosialisasi Capaian Indeks Desa Membangun

adminsigiku.com
×

DPMD Jabar Ngawangkong Bareng Jeung Wartawan Desa Sosialisasi Capaian Indeks Desa Membangun

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan acara bertema Ngabejaan Desa (Ngawangkong Bareng Jeung Wartawan Desa). Pada acara tersebut Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc, Kepala DMPD Jabar membahas capaian kinerja DPMD Jabar dari 2018-2021.

“Dalam membangun desa penting bagi kami untuk melakukan berbagai program secara bersama-sama dan juga mempunyai spirit yang sama. Atas dasar itulah target desa juara terwujud, kalau desanya maju, maka daerahnya akan terbawa maju dan negaranya akan ikut maju”, ungkapnya saat mengawali obrolan bersama para wartawan media online dan cetak di halaman kantor dinasnya Jl-Soekarno-Hatta, No.466, Batununggal, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung (20/12/2021)

Saat ini kita memiliki jargon yang dinamai “Berdesa” yang memiliki makna bangga membangun desa, melebur bersama desa, berkolaborasi dan inovasi membangun desa. Kalau dilihat dari sejarah semua orang kebanyakan dari desa. Maka sudah semestinya bangga  dan memiliki spirit untuk membangun desanya.

Menurutnya provinsi Jawa Barat telah menghadirkan inovasi atau kebijakan dan program kegiatan yang sangat memajukan desanya. Sehingga  diapresiasi oleh pemerintah pusat dan juga beberapa pemerintah provinsi lainnya. Rangkaian pelaksanaannya sudah dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Dari yang terpenting bagian visi misi itu ada satu yang menarik indikator kinerja utama yang namanya indeks desa membangun. Itu visi misi pak gubernur yang didalamnya ada prioritas membangun desa. Semuanya diwujudkan di ditindaklanjuti di dalam indikator yang namanya indeks Desa membangun dan tidak semua provinsi memiliki ini.

Misalnya melalui program bantuan insfakstruktur desa, gerbang desa, bantuan bumdesa juara, patriot desa, jembatan gantung desa, bantuan kinerja aparat desa, program sekolah bisnis desa, akademi desa juara, bimtek persiapan pemekaran dan batas desa, satu desa satu produk, one vilage one company, dan program lainnya.

Hasilnya jadi sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di Jabar. Kebanyakan desanya sudah masuk ke indeks Desa maju dan mandiri. Khusus untuk desa mandiri kita mencapai  586 saat ini menjadikan kita sebagai provinsi kedua yang jumlah desa Mandiri nya paling banyak di Indonesia. Tapi secara prosentase kita yang paling terbesar jumlahnya. Inilah satu pencapaian yang sangat luar biasa sampai dengan tahun 2021.

Kalau kita lihat indeks Desa membangun itu terdiri dari 3, mulai dari IKS, IKE dan IKL, yaitu indeks komposit ekonomi, lingkungan dan sosial. Dari penilaian-penilain itu cita-cita Gubernur Jabar telah terwujud tahun ini yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Darah atau RPJMD 2018-2023.

Pembangunan desa terkonsentrasi kepada peningkatan infrastruktur pedesaan, termasuk sanitasi desa dan juga bagaimana nanti mereka juga menjadi desa yang tangguh dengan bencana. Jadi ini salah satunya yang kita lakukan untuk lingkungan. Sedangkan indeks untuk sosial kita akan terus memerankan tentang bagaimana peran Posyandu dalam kesehatan. Diantaranya untuk penanganan stanting maupun untuk kegiatan-kegiatan lainnya termasuk dalam konteks pra nikah dan setelah nikah sampai dengan lansia semuanya diarahkan agar sumber daya manusia di desa lebih baik kedepannya. Khusus tahun ini kita juga mulai memajukan dan menggerakkan eksistensi Kampung Adat, kampung adat di Jawa Barat, akan kita coba eksiskan itu dengan upaya untuk meningkatkan indeks komposit sosialnya.

Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc menyimpulkan semua pembangunan di desa itu pada dasarnya ada dua pendekatan yaitu pendekatan secara langsung dan pendekatan tidak langsung. Misalkan pendekatan langsung ada Patriot Desa, ada pendamping Posyandu, termasuk juga bantuan keuangan provinsi yang diberikan kepada desa secara rutin. Sedangkan pendekatan tidak langsung kita lakukan di antaranya dengan peningkatan kapasitas SDM pemerintahan desa. Seperti adanya sekolah bisnis Desa, Aksara atau Akademi Desa juara, Bimtek dengan bimbingan teknisnya. Kemudian fasilitas-fasilitas yang kita lakukan seperti dengan teknologi tepat guna, fasilitasi aset dan pertanahan.

Selain itu kepada wartawan, Dr. Ir. H. Dicky Saromi, M.Sc,  juga mensosialisasikan cita-cita Gubernur tentang desa yang akan dimekarkan. Mulai dari syarat, lalu proses hingga penataan batas desa. Kita sudah punya studi kajiannya dan sudah punya kelayakannya diantaranya tentang jumlah penduduknya. DPMD Jabar juga sudah berkomunikasi dengan Badan Informasi Geospasial dan beberapa kabupaten telah mempersiapakn untuk memekarkan desa-desanya.