Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Walikota Sukabumi, H.Achmad Fahmi mengakui terjadi peningkatan kasus Covid-19, termasuk di Kota Sukabumi dalam beberapa waktu terakhir, namun demikian pihaknya belum mengetahui secara pasti Omicron atau bukan.
“Ada peningkatan kasus Covid-19, dari kasus – kasus tersebut baru satu yang dinyatakan Omicron, selebihnya belum kita ketahui, karena masih menunggu hasil lab dari Bandung,” ungkapnya saat ditemui awak media usai monitoring vaksinasi di Lapas Kelas IIB, Selasa (08/02/2022).
Dikatakan, akibat merebaknya kembali kasus Covid-19 ini, level PPKM Kota Sukabumi turun ke level 2.
“Kita harus tetap waspada, karena levelisasi ini, sesuai pernyataan Mendagri akan ditentukan oleh pesentase vaksin dosis 2,” tambahnya.
Menurutnya, dari beberapa kasus yang berhasil diidentifikasi, beberapa kasus diantaranya berawal dari perjalanan yang dilakukan pasien keluar daerah.
Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% yang mulai dilaksanakan bebeapa waktu terakhir
“PTM 100% yang sudah dilaksanakan beberapa waktu terakhir, ditunda menjadi 50% untuk semua jenjang, terutama untuk sekolah – sekolah yang ditemukan kasus Civid-19,” katanya.
Fahmi mengaku akan mengevaluasi kembali pelaksanaan PTM, karena menurutnya penanganan dan kebijakan yang berlaku dimasa pandemi ini sifatnya evaluatif, bisa berubah dalam waktu yang tidak lama.
Fahmi meminta masyarakat Kota Sukabumi untuk tidak panik, karena menurutnya kepanikan emnajdinsalah satu faktor yang bisa menurunkan imunitas tubuh, selain itu tetap waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan.













