Pewarta : Ayi Suherman
Kabupaten Sukabumi – Dewan Pimpinan Cabang – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC – HNSI) Kabupaten Sukabumi, menggelar syukuran hari nelayan ke-62 Tahun 2022 dengan sederhana untuk mengapresiasi jasa para nelayan.
Hari nelayan nasional ditetapkan setiap tanggal 6 April oleh pemerintah, tapi selama 3 (tiga) tahun ini tidak ada peringatan hari nelayan yang meriah di karenakan imbas dari pandemi Covid-19.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi Dede Ola, mengatakan, terkait hari nelayan yang ke 62 di kabupaten sukabumi, rencana kami tetap melaksanakan tapi tentunya waktu yang bergeser. Kebetulan hari nelayan tanggal 6 April ini kenanya di bulan ramadhan.
“Kami berencana melaksanakannya di bulan Mei, kalau mengacu kepada hari nelayan itu tanggal 21 Mei, kami sudah layangkan surat rekomendasinya ke pak bupati pada hari senin yang lalu agar bisa dilaksanakan pada bulan Mei kalau situasinya sudah memungkinkan,” katanya. Rabu malam (6/04/2022).
Namun sampai saat ini kami masih menunggu jawabannya, kalau rangkaiannya seperti biasa yang krusialnya kita di istigosah, bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Kebetulan hari ini sudah kita melaksanakan walaupun di bulan puasa, memang tidak seperti istighosah biasanya yang lebih kongkrit lagi.
Untuk kegiatan-kegiatan seremoni ataupun upacara resmi ataupun upacara adatnya, itu memang sudah dirangkaikan, upacara adat rencana kami laksanakan di tanggal 21 Mei, kalau sudah mendapatkan rekomendasi dari pak bupati,” cetusnya.
Terlebih dirinya berharap di tahun ini hari nelayan tetap terlaksana karena memang selain daripada ikon budaya juga, ikon budaya kabupaten sukabumi dan sudah menjadi adat budaya juga di pihak kenelayanan, bahwa nelayan itu dilaksanakan jadi manipestasi kita.
Selain ikon budaya juga sebetulnya kita memang bertepatan dengan momentum Sukabumi dengan geoparknya itu, jadi ikon budayanya ini kita harus pelihara agar menjadi agenda nasional nantinya.
Selebihnya pemerintah di bidang ke pariwisataan bisa lebih mengedukasi, mengekploitasi, mengeksplorasi hal-hal ke pariwisataan. Mudah-mudahan hari nelayan ini bisa menjadi pendukung utama untuk melengkapi hal-hal keterkaitan dengan kebudayaan sebagai pendamping dari pada CPUGG ini,” harapnya.













