Ragam

Implementasikan Kurikulum Merdeka, Tahun Ajaran 2022-2023 SMKN 4 Kota Bandung Menerima 484 Siswa

adminsigiku.com
×

Implementasikan Kurikulum Merdeka, Tahun Ajaran 2022-2023 SMKN 4 Kota Bandung Menerima 484 Siswa

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, SMKN 4 Kota Bandung yang memiliki jurusan Teknik ketenagalistrikan, Teknik elektronika, teknik jaringan computer & telekomunikasi, pengembangan perangkat lunak & GIM, dan desain komunikasi visual. Siap menerima siswa baru tahun ini.

Kordinator Informasi PPDB SMKN 4 Kota Bandung, Teguh Iswahyudi S.Pd menjelaskan untuk rincian kuota perjalur mulai dari afirmasi KETM, ABK, dan kondisi tertentu mencapai 20%, perpindahan tugas anak guru, 5%, Proritas terdekat 10%, persiapan kelas industry 35%, Prestasi raport 25% dan prestasi kejuaraan atau hafidz qur’an 5%, dari total kouta 484 siswa. Pendaftarannya dilakukan secara online atau melalui operator sekolah asal dan jika perlu informasi tambahan ada panitia di sekolah yang siap melayani, jelasnya saat menjadi panitia di lokasi (10/6/2022)

Orang tua siswa berbincang-bincang di depan sepanduk informasi PPDB SMKN 4 Kota Bandung

Menurutnya agar siswa yang dititpkan orang tuanya lulus masuk ke sini, mereka harus pandai-pandai memilih jalur masuk dan melihat potensi anaknya. Walaupun kalau dilihat jurusan yang paling banyak diminati atau sedikit pemintanya, jika dibandingkan peluang kerjanya sama di masa depan, ungkapnya

Teguh juga mengungkapkan bahwa siswa yang akan diterima pada tahun ajaran 2022-2023 mencapai kouta 484 siswa, nantinya mereka akan belajar menggunakan kurikulum merdeka terbaru atau kurikulum SMK Pusat Keunggulan.

Perbedaan dengan kurikulum 2013, lebih dititik beratkan tentang pemahamaan proses dibidangnya, agar anak lebih paham atau terarah misalnya dunia elektonika, kelistrikan, jaringan computer atau perangkat lunak dan dunia industrinya sejak masuk di kelas 10 nya. Selanjutnya di kelas 11 dan 12 dikuatkan dari sisi kompetensinya. Khusus Praktek Kerja Industri atau Lapangan, mereka akan belajar di luar sekolah selama 6 bulan, tanpa dibebani mata pelajaran yang biasa dipelajari di kelas.

Teguh menyimpulkan karena sekolah ini sudah kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan perusahan industri. Maka siswa dan lulusannya mudah diterima untuk bekerja atau kuliah di masa depannya.