Peristiwa

Warga Ancam Bongkar Bangunan Proyek Saluran Irigasi di Sukajaya ?

adminsigiku.com
×

Warga Ancam Bongkar Bangunan Proyek Saluran Irigasi di Sukajaya ?

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, (Kota Tasikmalaya),- proyek peningkatan Jaringan Irigasi di Kp.Citerewes Tanggogo Blok Haur Kuning Kelurahan Sukajaya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, diduga asal Jebrot alias tanpa “kulonuwun” ke masyarakat/petani sekitar termasuk ke pemerintahan setempat yakni Kelurahan Sukajaya.

Bahkan pantauan koran sinar pagi di lokasi proyek Minggu (12/6/2022) sore, tampak pekerjaan yang dikerjakan CV.Sadeli itu, terlihat ada kejanggalan, dimana pondasi dibangun ditengah aliran parit, sehingga terjadi penyempitan sekitar 40 cm, dan dampaknya aliran air yang mengalir khawatir akan terjadi penyumbatan ke pesawahan dan aliran air yang menuju ke pondok pesantren Gunung Kilempeung Riyadul Huda.

Proyek yang didanai APBD Kota Tasikmalaya sebesar Rp.199.407.000,- melalui Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, kini mulai disoal. Pemerintahan setempat Kelurahan Sukajaya hingga kini belum menerima surat pemberitahuan terkait pekerjaan tersebut, padahal pekerjaan ini sudah berjalan hampir tiga Minggu terhitung sejak 11 Mei 2022. Bahkan warga sekitar mengaku sempat kecolongan dengan adanya pekerjaan tersebut tanpa ada pemberitahuan terdahulu kepada pihak RW dan masyarakat/petani sekitar.

Endang salah satu warga yang juga petani sekitar mengaku kecewa saat ini setelah dibangunnya saluran irigasi tersebut. Menurutnya, aliran air ke pesawahan nya kini menjadi tersendat. Apalagi dirinya bersama para petani yang lainnya belum merasa dikonfirmasi akan ada pekerjaan peningkatan irigasi didekat persawahannya.

“Saya bersama petani lainnya tidak merasa diajak bicara terlebih dahulu, bukannya saya tidak mendukung program pemerintah, tapi setelah dilihat mengapa aliran air ke pesawahan kami jadi kecil, karena saya lihat terjadi penyempitan sekitar 40 cm, dimana pondasi yang seharusnya dibangun menepi dengan bibir pinggir malah yang terjadi pondasi dibangun ditengah aliran air sungai. Jadi aliran air yang mengalir ke pesawahan jadi sedikit karena penyempitan tadi,” kata Endang dengan logat Sunda yang kental.

Belum lagi, masih kata dia, akibat digesernya pondasi ketengah sungai, khawatir ada beberapa celah yang dipastikan akan menjadi sarang tikus yang tentunya akan merugikan petani kedepannya. Bahkan saat itu dirinya melihat dalam pekerjaan itu, tidak ada upaya pengerukan sisi bibir pondasi seharusnya menjorok kedalam bukan membuat pondasi baru ditengah aliran sungai, katanya.

Hal senada diungkapkan salah staf kelurahan Sukajaya, dimana selama dimulai pekerjaan jaringan irigasi tersebut, hingga kini pihak kelurahan sama sekali belum menerima pemberitahuan secara resmi.

“Sampai hari ini belum ada pemberitahuan secara resmi baik dari dinas terkait maupun dari pihak rekanan proyek. Padahal pekerjaan itu sudah berjalan hampir tiga Minggu. Kelurahan merasa dilangkahi dan tidak dihargai jika demikian, tidak kulonuwun terlebih dahulu,” ujar salah staff kelurahan Sukajaya yang minta namanya tidak disebutkan.

Bahkan informasi yang diterima, jika tidak ada niat baik dari pihak rekanan, warga tidak segan segan akan membongkar paksa pekerjaan saluran irigasi tersebut.

Sementara itu, Yaya Pimpinan Proyek CV Sadeli, saat dihubungi wartawan dilokasi proyek sedang tidak ada ditempat.

“Baru saja pa Yaya pulang, paling sekitar 15 menit lalu,” kata Endang Mandor pekerjaan tersebut.

Bahkan Endang membantah jika pekerjaan proyek ini masyarakat, petani hingga pihak kelurahan tidak diajak komunikasi terlebih dahulu.

Menurut Endang masyarakat dan petani sebelumnya telah mendapat pengarahan dan pihaknya telah melakukan sosialisasi. Termasuk surat resmi pemberitahuan untuk kelurahan sukajaya telah disampaikan kepada RW setempat.

“Bahkan kita telah melakukan koordinasi dan bertemu langsung dengan pihak Babinsa dan babinmas setempat,” imbuh Endang.

Terkait saluran air yang dikeluhkan termasuk kekhawatiran adanya celahan yang akan digunakan sarang tikus saat ini masih dalam pekerjaan, pungkasnya