Ragam

Hari Jadi Sumpah Pemuda, KNPI Palabuhanratu Jadi Inspirasi Keberhasilan di Bidang Pertanian

1
×

Hari Jadi Sumpah Pemuda, KNPI Palabuhanratu Jadi Inspirasi Keberhasilan di Bidang Pertanian

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ayi Suherman

Kaupaten Sukabumi – PK KNPI Palabuhanratu melakukan agenda kepemudaan terkait cara penanaman dan perawatan jambu kristal di bidang pertanian yang lagi ngetrend saat ini oleh salah satu anggotanya.

Keberhasilan anggota KNPI dalam membudidayakan jambu kristal dalam bidang pertanian yang dikelola anak muda, ini sebagai potensi yang harus dikembangkan.

Kedatangannya langsung ke tempat perkebunan jambu ini, selain meninjau kita bersama jajaran KNPI dan pemuda lainnya untuk belajar cara penanaman pohon tersebut,” ujar ketua PK KNPI Palabuhanratu Sep Radi Priadika. Jum’at (28/10/2022).

Tentunya ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap anak muda yang berprestasi dan bagaimana kita bisa mengembangkan ini untuk anak-anak muda lainnya.

“Jadi di hari jadi sumpah pemuda ini, kita mengangkat potensi anak muda khususnya untuk Palabuhanratu umum untuk keseluruhan pemuda. Bagaimana kita bisa menggali potensi yang ada dilingkungan kita sendiri,” cetusnya.

Selain itu dirinya berharap kedepannya membuat kwalitas jambu ini lebih bagus bisa menjangkau pasar nasional. Untuk sementara dalam pemasaran saat ini masih tingkatan lokal belum keluar kota.

Untuk kedepannya sendiri, Sep Radi mengatakan bukan hanya jambu saja, tetapi program-program lainnya juga kita akan laksanakan selain di bidang pertanian ada juga bidang perikanan, ungkapnya.

Sementara Ginanjar Romal Mustopa (26) anggota KNPI Palabuhanratu petani milenial yang berhasil mengembangkan jambu kristal, ini sebuah jawaban bahwa pemuda bisa mengembangkan potensi yang ada.

“Sekarang kita sudah ada tida lokasi kebun yang sudah ditanami pohon jambu, luasan lahan lebih kurang 1,2 hektare dengan jumlah pohon 1200 pohon. Ada tiga lokasi tempat atau kebun dengan penanamannya secara bertahap,” ucapnya.

Sementara dalam pemasarannya, lanjut dia, sekarang hanya di lokalan saja, seperti memasok pedagang kecil yang keliling untuk di bikin rujak. Saat ini kita mengirim ke perkantoran yang sudah menjadi langganan dengan harga Rp 20.000 ribu per kilo, katanya.

Dikatakan, saat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan di sekitaran Palabuhanratu saja, tapi untuk kedepannya setelah mencukupi kebutuhan lokal kita berencana untuk memasarkan lebih luas lagi keluar kota.

“Jadi jambu ini bisa diolah lagi melalui proses dan di kemas menjadi salah satu cemilan, kita akan buat home industri makanan ringan, dijadikan keripik jambu,” imbuhnya.