Akademia

Dewan Pendidikan Jabar Rekomendasikan Sebaiknya BPMU Tidak Dikurangi & Tidak Membuka USB

adminsigiku.com
×

Dewan Pendidikan Jabar Rekomendasikan Sebaiknya BPMU Tidak Dikurangi & Tidak Membuka USB

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024, memiliki fungsi untuk fokus pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan di daerah. Berperan dalam peningkatan pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan sarana atau prasarana bersama pemerintah daerah. Serta pengawasan program atau pelaksanaan pendidikan, khususnya di tingkat provinsi Jawa Barat.

Dewan Pendidikan secara profesional bertugas menghimpun, menganalisis, dan memberikan rekomendasi kepada Gubernur atau merespon keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari lembaga pendidikan atau kelompok masyarakat untuk kemajuan proses pendidikan.

Sehubungan dengan informasi yang didapat dari audiensi Forum Kepala Sekolah Swasta Jawa Barat dengan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat tanggal 28 Oktober 2022. Tentang pembahasan Indeks Bantuan Pendidikan Menengah Universal / BPMU tahun 2023 yang diturunkan jumlahnya. Dari awalnya Rp.700 ribu/siswa menjadi Rp.600 ribu/tahun.

Media cetak dan online Koran SINAR PAGI membuka wawancara khusus bertema “Kebijakan Pendidikan Untuk Sekolah Swasta di  Jawa Barat Tahun 2023”. Dengan wawancara bersama narasumber Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Prof. Amung Ma’mun dan Dr. Teguh Wahyudi M.Pd, Penanggung Jawab Bidang Pendidikan Menengah Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Hasil interaktif ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada publik dengan memperjelas arah kebijakan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kemajuan pelaksanaan Lembaga pendidikan di Jawa Barat. Mari simak isi wawancara bersamanya:

Dengan adanya kabar berkurangnya jumlah bantuan yang masuk ke sekolah swasta, dikhawatirkan dapat mengurangi kesejahteraan guru atau fasilitas pendidikan yang akan berpengaruh kepada optimalisasi pelayanan pendidikan. Menyikapi kondisi tersebut seperti apa respon atau perjuangan Dewan Pendidikan sebelum keputusan itu muncul di APBD 2023 ?….

Dalam Permendikbud nomor  69 tahun 2009 tentang Standar biaya operasi  non personal  SMA sesuai eskalasi keuangan tahun 2020 sebesar 5.098.620 per siswa pertahun.

Menurut Berita utama Kementerian Keuangan 30 Agustus 2022[1], Pemerintah  berkomitmen untuk menjaga anggaran pendidikan sebesar 20%. Dari anggaran belanja negara dalam APBN 2023 yaitu sebesar Rp. 608,3 triliun. Selanjutnya khusus yang sebesar  Rp.305 triliun disalurkan melalui Transfer ke Daerah ditujukan untuk membiayai operasional sekolah bagi 44,2 juta siswa dan untuk biaya operasional PAUD bagi 6,1 juta peserta didik. Secara teori biaya operasional siswa  dan PAUD  sebesar 6.063.618 persiswa per tahun.

Bantuan  Pendidikan Menengah Universal / BPMU tahun 2023 yang diturunkan  oleh pemerintah provinsi Jawa Barat yang jumlahnya. Dari awalnya Rp.700 ribu/siswa menjadi Rp.600 ribu/tahun, tentunya masih sangat jauh dari Standar pembiayaan dan alokasi operasional sekolah oleh Kementerian Keuangan. Sebaiknya BPMU atau bantuan untuk swasta tidak dikurangi.

Selama ini kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat perihal bantuan untuk siswa di sekolah negeri dengan swasta memiliki perbedaan selisih nominal atau jumlahnya. Antara Bantuan Oprasional Pendidikan Daerah yang masuk ke sekolah negeri dan Bantuan Pendidikan Menengah Universal untuk sekolah swasta. Adapun anggaran untuk BOPD sebesar Rp. 1,4 Trilun dan BPMU sebesar Rp.900 miliar. Sehingga dalam 1 tahun siswa di sekolah negeri mendapatkan bantuan sekitar 1.500.000 persiswa, sedangkan siswa di SMA swasta hanya mendapatkan bantuan sekitar Rp.700 ribu persiswanya. Menurut bapak apa yang menjadi landasan kebijakan perbedaan bantuan tersebut, bahkan dianggap tidak adil bagi sekolah swasta ?…

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan sekolah gratis bagi SMA Negeri dan SMA swasta tertentu. Konsekwensinya SMA Negeri tidak diperbolehkan memungut biaya dari orang tua, hanya diperbolehkan menggalang sumbangan dari masyarakat  secara sukarela dan  tidak mengikat. Sementara SMA swasta masih diperbolehkan dalam memungut biaya dari masyarakat. Sehingga bantuan untuk SMA negeri relatif lebih besar dari SMA Swasta.

Menyikapi akan adanya agenda orasi dari Forum Kepala SMA Swasta Jawa Barat di depan kantor Gubernur Jawa Barat pada hari senin 7 november 2022. Sebagai langkah lanjutan penolakan pengurangan bantuan pendidikan yang diterima oleh sekolah swasta di APBD tahun 2023. Bagaimana sikap Dewan Pendidikan atau solusi ideal untuk keberlangsungan kemajuan sekolah swasta kedepannya?…

Sebaiknya Pemerintah provinsi Jawa Barat tidak lagi membuka Unit Sekolah Baru (USB)  SMA lagi. Karena hal tersebut akan memberatkan pemerintah Provinsi sendiri, teutama dalam penyiapan lahan, sarana dan prasarana sekolah sesuai  standar sarana dan prasarana. Saat ini di provinsi Jawa Barat masih terdapat sekolah yang sudah berkali kali meluluskan siswa didiknya, namun belum mempunyai sarana prasarana belajar. Maka berilah kesempatan SMA swasta untuk menerima siswa yang tidak diterima di SMA Negeri. Sehingga SMA swasta dapat berkembang. “Sebaiknya Forum Kepala sekolah tidak perlu demo berkaitan dengan penurunan bantuan ini, tempuhlah dengan  cara dialog melalui saluran-saluran yang ada dengan pemangku kebijakan”

Menurut Dewan Pendidikan Jawa Barat, seperti apa target Gubernur Jawa Barat di masa akhir jabatannya di tahun 2023 untuk mewujudkan cita-cita “Jabar Juara Lahir dan Batinnya”, khususnya bagi sumber daya manusia dari kalangan pelajarnya di masa depan?…

Di Jawa Barat masih terdapat banyak pekerjaan rumah: (1) pembangunan Indeks Kebudayaan Jawa Barat masih dibawah rata-rata nasional. (2) Angka pengangguran lulusan SMK masih tinggi. (3) pelaksanaan penguatan “Pendidikan Karakter Jabar Masagi”, khususnya untuk sinergi  pelaksanaan pada Paud, SD, SMP yang melibakan Dinas pendidikan kabupaten atau kota beum sepenuhnya terlaksana. Diharapkan rogram program tersebut segera dipacu  untuk mencapai “Jabar Juara Lahir dan Batin”

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/03/13/30-menit-weekend-bersama-kadisdik-jabar-prediksi-lahan-untuk-sekolah-negeri/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/05/01/andai-masjid-dapat-bicara-dia-akan-berkata-jangan-tinggalkanku-saat-ramadhan-pergi/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/09/04/sikap-nabi-hadapi-kenaikan-harga/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/