Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kota Bandung)-, SMAN 25 Bandung dipilih untuk melaksanakan kolaborasi dengan 16 sekolah se Jabar, dalam hal penguatan projek profil pancasila bagi siswa didiknya.
Sebelumnya SMAN 25 Bandung telah dinilai berhasil melaksanakan projek, bidang kewirausahaan, dan kearifan lokal, dengan konsep siswa harus mempresentasikan hasil pengetahuannya dan menampilkan karyanya.
Kepala Sekolah SMAN 25 Bandung, Siti Nurmala menerangkan, projek yang dilaksanakan hasil integrasi dari program Sekolah Penggerak (PK) dan Jabar Masagi. Dengan ciri khas pembelajaran projek penguatan profil pancasila.
“Tahun 2022 ini, kita lakukan kolaborasi dengan 16 sekolah, diantaranya dengan SMAN 1 lembang, SMAN 1 Pangalengan, SMAN 23, SMKN 15, SMK 1, SLB Cicendo, SLB Bandung Barat, SMK Indramayu Balongan, SMK Tanjungsari, perihal penguatan profil pancasila dan kurikulum merdeka,” kata Siti Nurmala, saat peresmian tugu Masagi, di SMAN 25 Bandung, Kamis (24/11/2022).

Ia katakan, pada bulan November ini pembelajaram difokuskan pada projek penguatan profil pancasila.
“Untuk kelas X pada tanggal 17 November, kelas Xl ditanggal 15 dan 16 November,” ucapnya.
Mereka harus presentasi, dalam pembagian kelompok di setiap kelas, dimana, penilaiannya dari aspek perencanaan, proses dan pelaksanaannya, bukan hasilnya.
“Kita beri apresiasi itu bukan hasil, tapi proses, siswa itu bergotong royong, kreatif menciptakan suatu produk, dan lainnya. Yang jelas tujuannya untuk menumbuhkan karakter siswa,” imbuhnya.
Lanjut Siti Nurmala, yang dititik beratkan pada profil tersebut, ada 6 elemen yaitu bertakwa, beriman dan berakhlak mulia, bergotong royong, kebhinekaan global, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
“Selain itu kita telah mengimplementasikan Jabar Masagi, dan ingin ada ciri khas. Atas inisiatif dari guru, kita dirikan tugu kijang dengan model sekolah jabar masagi. Alhamdulillah diapresiasi Gubernur, dan diresmikan langsung oleh beliau,” pungkasnya
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersama Disdik Jabar dan Kemendikbud RI secara simbolis meresmikan tugu kujang yang menjadi ciri khas daerah dan menyampaikan bahwa program kolaborasi yang dijalankan merupakan praktek siswa hasil dari kurikulum merdeka dan masagi.
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/11/17/bkprmi-berbagi-strategi-makmurkan-masjid/














