OPINI/Artikel

Strategi Pengendalian Inflasi Dalam Islam

adminsigiku.com
×

Strategi Pengendalian Inflasi Dalam Islam

Sebarkan artikel ini

Oleh : Siti Saadah ( Ibu Rumah Tangga)

Dalam rangka percepatan inflasi daerah, Pemkab Bandung melalui sejumlah perangkat daerah menyalurkan sebanyak 96.736 paket sembako untuk masyarakat Kabupaten Bandung.

Adanya pengadaan puluhan ribu paket sembako tersebut berasal dari bansos dana insentif daerah (DID) pusat yang diberikan kepada Pemkab Bandung atas penilaian kinerja sangat baik.
Uang untuk pengadaan paket sembako ini berasal dari bonus atau tambahan DID yang kedua sebesar Rp 11,4 miliar. Yang pertama kita mendapatkan bonus kinerja melalui program DID sebesar Rp 8,9 miliar dan di gabung dengan BTT(belanja tidak terduga), sehingga total untuk pengendalian inflasi di Kabupaten Bandung sebesar Rp 43 miliar, kata Bupati Dadang Supriatna di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (14/12/2022).

Bupati Bandung mengatakan untuk bonus kedua baru saja dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk sembako sebanyak 96.736 paket serta bantuan modal usaha kepada P2K (Peningkatan Pendapatan Keluarga) serta bantuan lainnya. WWW.PASJABAR.COM

Inflasi merupakan kondisi yang dapat mengancam perekonomian negara. Sebenarnya, inflasi berskala kecil terjadi hampir setiap tahun. Namun, inflasi kecil ini tidak berdampak signifikan bagi perekonomian, hingga masih dikatakan aman. Jika terjadi dalam skala besar, tentu hal ini sangat berbahaya.

Inflasi dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu inflasi akibat berkurangnya persediaan barang (Natural Infation) dan inflasi akibat kesalahan manusia (Human Error Inflation). Inflasi alamiah adalah inflasi yang terjadi secara alami. Misalnya karena suatu bencana yang dapat menyebabkan kegagalan panen sehingga terjadi kelangkaan bahan makanan yang kemudian menyebabkan naiknya harga bahan makanan.

Inflasi akibat kesalahan manusia disebabkan oleh tiga hal, yaitu korupsi dan administrasi yang buruk, pajak berlebihan yang dapat memberatkan masyarakat, dan jumlah uang yang di cetak yang berlebihan. Selain hal-hal yang sudah disebutkan, riba juga terdapat menjadi faktor yang menyebabkan inflasi. Karena itu riba merupakan instrumen biaya yang akan ditambahkan secara terus menerus seiring pertumbuhan waktu yang kemudian akan mendorong tingkat kenaikan harga.

Inflasi yang tidak segera diatasi tentu akan bertambah serius karena akan semakin sulit dikendalikan. Hal ini dapat mengurangi investasi yang produktif, mengurangi ekspor, dan meningkatkan impor. Pertumbuhan ekonomi pun akan melambat karena peristiwa ini.

Dalam ekonomi islam tidak dikenal dengan inflasi, karena mata uang yang dipakai adalah dinar dan dirham, yang mana mempunyai nilai yang stabil. Karena dirham yang sebenarnya yang dalam bentuk emas maupun perak, bukan dinar-dirham yang sekedar nama.

Elemen yang paling esensial dari strategi islam untuk merealisasikan tujuan-tujuan islam adalah berpautnya semua aspek kehidupan bisa dengan spirit untuk meningkatkan moral manusia dan masyarakat tempat dia hidup. Hal ini membawa pada inti konsep kesejahteraan dalam islam. Kesejahteraan manusia dapat diwujudkan apabila sudah terpenuhi kebutuhan material dan spiritual manusia.

Selain itu pemerataan distribusi pendapatan dan kekayaan dapat dilakukan dengan mengerjakan zakat, infaq dan shadaqah. Kemudian harta itu dibagikan kepada orang yang membutuhkan untuk dapat meringankan beban hidupnya.

Selain itu riba menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan inflasi. Dalam ekonomi islam sendiri riba sangat dilarang karena riba lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Dengan menghapus riba, artinya dapat menghentikan seseorang untuk berbuat zalim kepada orang lain.

Bukan hal yang tidak mungkin untuk mengendalikan inflasi yang terjadi. Namun bukan hal yang mudah pula. Diperlukan kesadaran dari berbagai pihak untuk mempertimbangkan melakukan strategi dalam pengendalian inflasi. Dengan begitu diharapkan inflasi lebih mudah untuk dikendalikan. Wallahu a’lam bi ash-shawab