Pendidikan

Dari Silaturahmi ke Kolaborasi, Kemenag Sumedang Soroti Kekuatan Pendidikan Muhammadiyah

adminsigiku.com
×

Dari Silaturahmi ke Kolaborasi, Kemenag Sumedang Soroti Kekuatan Pendidikan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Gervan

Kab. Sumedang – Pertemuan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumedang tak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Dari pertemuan tersebut, muncul gagasan untuk memperkuat sinergi sekaligus berbagi praktik pengelolaan pendidikan dan keagamaan.

Audiensi berlangsung di Aula Atas Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, Selasa (15/9/2026). Kepala Kankemenag Sumedang Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., menerima langsung rombongan PDM bersama jajaran Kemenag.

Rombongan PDM Sumedang dipimpin jajaran pengurus yang di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Susan Sundari, S.Pd.I., Sekretaris PDM Hartono Ikhsan atau Tono, Bendahara PDM Drs. A. Muhdiat, M.E., serta delapan orang unsur Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).

Bagi PDM Sumedang, kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih erat dengan Kemenag. Tono mengatakan, selain mempererat silaturahmi, pihaknya ingin membangun sinergi dalam berbagai bidang.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka menjalin silaturahmi untuk mempererat hubungan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang,” kata Tono.

Ia menambahkan, kepengurusan PDM juga ingin melakukan taaruf sekaligus menyampaikan komitmen untuk membuka kerja sama dengan Kemenag.

“Kami ingin menjalin sinergitas antara PD Muhammadiyah Kabupaten Sumedang dengan Kementerian Agama, baik urusan pendidikan sampai urusan keagamaan,” ujarnya.

Gayung bersambut. Ahmad Handiman Romdony menyatakan terbuka terhadap kolaborasi dengan Muhammadiyah. Ia bahkan melihat ada sejumlah pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan yang bisa menjadi inspirasi bagi madrasah di bawah Kemenag.

Salah satu yang disorot adalah pola pengelolaan sarana dan prasarana.

“Madrasah di bawah Muhammadiyah patut ditiru terkait sarana dan prasarana karena Muhammadiyah yang saya tahu ada bagian yang menangani hal tersebut,” tutur Ahmad.

Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi contoh bagaimana manajemen lembaga pendidikan dibangun agar kebutuhan pengembangan fasilitas tidak sepenuhnya menjadi beban masing-masing madrasah.

“Jadi madrasah mereka tidak perlu memikirkan kebutuhan bahan bangunan saat akan membangun ruang kelas,” katanya.

Ahmad menegaskan, contoh tersebut bukan semata-mata untuk membandingkan satu lembaga dengan lembaga lainnya, tetapi sebagai dorongan agar madrasah dapat terus belajar memperkuat sistem pengelolaan.

“Maksud saya memberikan contoh tersebut untuk mendorong madrasah lain, terutama di bagian manajemennya,” jelasnya.

Pertemuan Kemenag dan PDM Sumedang pun menjadi ruang bertukar gagasan. Kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat melahirkan langkah konkret untuk memperkuat pendidikan sekaligus kehidupan keagamaan di Sumedang.