OPINI/ArtikelParlementer

Kembalikan Kejayaan PGRI

adminsigiku.com
×

Kembalikan Kejayaan PGRI

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara
(Entitas Dewan Pembina PGRI)

PGRI adalah organisasi terbesar yang dominan dibiayai oleh iuran anggota terutama dari sekolahan hampir di seluruh Indonesia. Sungguh sekolahan di seluruh Indonesia telah memberi kehidupan pada PGRI.

Setidaknya PGRI akan bergerak dan terus berkembang dari tiga hal penting yakni : 1) guru di sekolahan, 2) iuran dari guru anggota dan 3) jasa para pengurus daerah yang langsung menangani guru anggota.

Mengembalikan kejayaan PGRI sangatlah penting. Mengingat keberadaan PGRI saat ini mulai sayup-sayup. Apa indikasinya ? Tumbuhnya organisasi profesi guru makin banyak. Bisa diartikan PGRI mulai tidak populis dan membumi.

Ada ungkapan “Ekor mengikuti kepala”, ada pula ungkapan “Tidak ada prajurit yang salah”. Ungkapan-ungkapan ini menjelasakan betapa penting dan berpengaruhnya Ketua Umum PB PGRI pada perkembangan dan kehidupan organisasi.

Bila Ketua Umum PB PGRI selama ini dianggap sebagai faktor melemahnya keberadaan PGRI, maka Kongres PGRI tahun 2024 harus ada Ketua Umum PB PGRI baru yang lebih baik. Bila Ketua Umum PB PGRI sekarang dianggap tak berprestasi dan gagal membawa PGRI lebih baik, harus dan wajib diganti.

Pastikan para pengurus PB PGRI tidak ada satu pun yang hadir ujug-ujug, tanpa ikatan sejarah dan pengalaman kepengurusan PGRI di daerah. Saat ini banyak pengurus PB PGRI yang tidak pernah menjadi pengurus inti PGRI di daerah.

Mengapa Ketua Umum PB PGRI saat ini minus rasa kebatinan guru dan kurang menghargai para Ketua PGRI Kokabprov ? Diantara jawabannya karena Ia tidak pernah menjadi guru dan tak pernah merasakan menjadi Ketua PGRI di daerah.

Pertanyaan lainnya, mengapa Ia ingin menjadi Ketua Umum PB PGRI kembali ? Padahal Ia sudah identik dua periode ? Jawabannya bisa karena di PGRI ada iuran anggota se Indonesia. Ada kehormatan yang sulit didapat di karir tempat kerjanya.

Seorang dosen untuk menjadi dekan saja sulit, apalagi menjadi rektor harus restu dari Mendikbud. Bila seorang dosen tidak harmoni dengan Mendikbud tentu tak mungkin jadi rektor.

Hadirnya pemimpin baru PB PGRI dan kebaruan pola kepemimpinan PB PGRI adalah wajib! PGRI harus berjaya kembali, tersambung dengan kebatinan guru di semua daerah. Sebagaimana saat kepemimpinan Prof. Surya dan Dr. Sulistiyo yang berasal dari PGRI daerah.