Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Tasikmalaya)-, Sebagai upaya untuk ikut andil dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, Kelompok KKN-T Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung 2023 Desa Bantarkalong mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pergaulan Bebas di dua lembaga sekolah, yakni SMK Islam Bihbul dan MA Muara, Desa Bantarkalong. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung selama 2 hari berturut-turut, tepatnya pada hari Rabu-Kamis, 22-23 Februari 2023.
Kegiatan ini sangat didukung penuh oleh seluruh aparatur pemerintahan Desa Bantarkalong atas instruksi dari Babinsa Desa Bantarkalong, Sertu Agus Sugiarto, yang sejak awal pertemuan dengan kelompok KKN-T menitip satu program kegiatan yakni mensyi’arkan bahayanya pergaulan bebas di tengah-tengah masyarakat Desa Bantarkalong.
Setelah berdiskusi dan mempersiapkan program, kami bersepakat dengan rekan-rekan untuk menyisir sekolah tarap SMA-sederajat yang berada di wilayah Desa Bantarkalong untuk dijadikan tempat kegiatan berlangsung. Seluruh siswa-siswi dijadikan sasaran atau target utama dengan melihat rentang usia 16-18 tahun yang merupakan masa produktif dan cenderung labil. Dengan demikian dirasa penting untuk mensosialisasikan perihal pergaulan bebas ini.
SMK Islam Bihbul menjadi lokasi pertama kegiatan ini berlangung, pada hari Rabu, tepat pukul 09.00 – 12.00 (22/03), kemudian di hari berikutnya terselenggara di MAS Muara. Dihadiri oleh antusias seluruh siswa-siswi, kegiatan berjalan dengan khidmat dan lancar.
Diawali dengan prakata atas nama panitia penyelenggara, Rekan Ilham Dzulhaidir yang memberikan penjelasan tentang pentingnya sosialisasi ini bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. “Generasi muda adalah penerus bangsa, penggerak perekonomian, dan pembawa perubahan. Kita sebagai generasi muda sudah seharusnya mempunyai tead untuk menjadi pelopor perubahan dikala banyaknya pergaulan-pergaulan bebas bebas yang dapat memudarkan identitas kebangsaan.” Ucap Ilham.
Wakasek Bidang Kurikulum, Dede Ahmad Robiana, S.Pd, menyambut dengan baik mahasiswa KKN-T UNIK yang menjalankan program tersebut. “Saya mewakili Kepala Sekolah dalam hal ini menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah memberikan kesempatan untuk anak-anak kami dibimbing, diberi arahan untuk mencegah pergaulan yang memang sangat marak ini.” Tutur Dede.
Kegiatan berjalan dengan menghadirkan dua orang pemateri. Pemateri pertama yaitu dari unsur mahasiswa kelompok KKN-T UNIK, Rekan Dikri Purwanto. Rekan Dikri menyampaikan pengenalan serta pendalaman materi tentang pergaulan bebas dari mulai definisi, pembagian, dampak bahayanya yang disertakan contoh, dan motivasi untuk menghindari pergaulan bebas tersebut serta memberi tips dan trik cara bergaul dengan baik dan menciptakan ruang-ruang produktif bagi generasi muda. Bahkan ada satu pepatah yang dilontarkan, “Masuk ke kandang kambing, tapi jangan seperti kambing.”
“Kita berhak menikmati perkembangan, tren zaman yang sedang kita saksikan dan rasakan saat ini, namun bukan berarti kita juga harus terlena dan mengikutinya, selagi tidak memberi manfaat untuk diri kita dan sekitar maka harus dihindari.” Ujar Dikri.
Di akhir, Dikri mengajak seluruh siswa-siswi untuk menggaungkan slogan yang dibuat sebagai gebrakan menghindari pergaulan bebas, yang berbunyi, “STOP PERGAULAN BEBAS!”

Sesi selanjutnya adalah penyampaian materi oleh Babinsa Desa Bantarkalong, Sertu Agus Sugiarto. Beliau menyampaikan masalah yang sedang marak dan dihadapi yakni tentang kenakalan remaja dan cara mengatasinya.
Sertu Agus memberikan amanat kepada para siswa untuk tidak sekali-kali untuk terjerumus pada pergaulan bebas. Lalu, Babinsa meyakinkan para siswa bahwa peran orang tua sangat penting untuk membersamai tumbuh kembang mereka. “Adik-adik, silakan kalian meminta perlindungan dan bimbingan kepada orang tua kalian. Jangan sedikit-sedikit curhat di medsos, mengumbar kegelisahan pribadi yang bersifat ‘aib, itu akan merugikan kalian. Jadikanlah orang tua kalian sebagai tempat curhat ternyaman.” Pungkas Sertu Agus.
Selain menjelaskan tentang bahayanya pergaulan bebas, Sertu Aguspun memaparkan terkait berbagai faktor yang mempengaruhi munculnya kenakalan pada remaja.
Disela-sela sosialisasi, kelompok KKN-T UNIKpun membahas identitas kampus yang diharapkan menjadi kiblat dan wadah pendidikan yang mempunyai ruang lingkup aman dan terjaga dari pergaulan bebas karena mempunyai basis pesantren “a leading pesantren leading univercity.”
https://www.koransinarpagijuara.com/2023/02/14/naas-asn-kota-tasik-ditipu-temannya-satu-unit-mobil-ayla-diduga-digelapkan/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/














