OPINI/Artikel

Isra Mi’raj Dan Ketaatan

adminsigiku.com
×

Isra Mi’raj Dan Ketaatan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Neng Tintin (Ibu Rumah Tangga)

Isra Mi’raj adalah perjalanan istimewa yang Allah SWT berikan kepada Nab koi Muhammad Saw. Perjalanan tersebut berisi berbagai pelajaran penting yang menunjukkan berbagai dimensi kemuliaan Islam, serta berisi perintah untuk seluruh kaum Muslim, yang wajib kita taati dan kita imani.

Perjalanan Isra Mi’raj Nabi Saw sekaligus menjadi penghibur serta penyemangat dakwah beliau, sebab Isra Mi’raj tersebut terjadi ditengah tahun duka cita, pasalnya ditahun itu Allah SWT mewafatkan paman beliau, Abu Thalib, dan istri beliau, Khadijah binti Khuwailid ra, serta dakwah beliau kala itu tengah mendapat berbagai penolakan dari penduduk Thaif.

Para ulama telah sepakat, bahwa Isra Mi’raj merupakan Mukjizat yang Allah SWT berikan kepada Nabi Saw. Perjalanan tersebut hanya ditempuh kurang dari satu malam, padahal perjalanan tersebut membutuhkan perjalanan lebih dari satu bulan lamanya. Allah SWT berfirman:
” Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha, yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami memperlihatkan kepada dia sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (TQS al-Isra 17:1).

Di dalam perjalanan tersebut Nabi Saw diperlihatkan Allah SWT berbagai siksaan para penghuni neraka, kemudian Allah SWT naikkan beliau ke Sidratul Muntaha, dan disana Allah SWT memberikan perintah shalat secara langsung kepada beliau, serta beliau pun dipertemukan dengan para nabi dan rasul yang terdahulu, Kemudian beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengimami shalat para nabi dan rasul tersebut.

Seluruh peristiwa ini menjadi penguji keimanan kaum Muslim. Apakah jika kabar yang datang dari Allah SWT dan Rasul- Nya yang hadir diluar jangkauan akal manusia, akankah diterima ataukah di tolak?

Tapi dikala itu tidak sedikit pula orang yang kembali murtad karena mereka merasa peristiwa itu mustahil terjadi karena diluar akal manusia. Padahal sejatinya mereka telah lupa bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah SWT, jika Allah SWT telah menghendakinya. Karena mudah saja bagi Allah SWT memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya.
Karena sudah seharusnya kita sebagai umat Muslim memgimani dan merenungi ayat al-Quran yang mengingatkan kita untuk menyempurnakan keimanan dan juga menerima Syariah yang dibawa Nabi Saw secara utuh. Allah SWT befirman:
” Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, juga pada kitab yang telah Allah SWT turunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Siapa saja yang kafir kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Para Rasul-Nya, dan hari akhir, sungguh dia telah sesat sejauh-jauhnya( TQS an-Nisa 4:136 ).

Pada malam Isra Mi’raj Nabi Saw diberi dua bejana minuman yang berisi khamr dan susu. Dan beliaupun meminum susu bukan khamr. Dan Jibril pun berkata:
“Engkau telah dibei petunjuk sesuai fitrah, atau bertindak benar selaras dengan fitrah. Sungguh, andai engkau mengambil arak, niscaya sesatlah umat mu”.

Peristiwa inipun menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna yang sesuai dengan fitrah manusia. Mulai dari aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, politik dan kenegaraan semua ada dan diatur didalam Islam. Dan seluruhnya pun akan mendatangkan kemaslahatan serta menghilangkan keruksakan.

Dan karena islam sudah sangat sempurna dan telah sesuai fitrah manusia, maka kita wajib tunduk terhadap Syariat Islam dan hukum-hukum-Nya bukan pada yang lain. Allah SWT telah berfirman:
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki?
(hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum ) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (TQS.al-Maidah 5:50)

Adapun peristiwa para nabi dan para rasul yang bermakmum kepada Rasulullah Saw di masjidil Aqsha, ini menjadi isyarat bahwa kepemimpinan umat manusia sudah diserahkan seutuhnya kepada beliau dan kaum Muslim. Artinya tidak ada yang pantas memimpin dunia ini selain umat Muslim, dan tidak ada pula ideologi yang layak diterapkan, dan dipakai di dunia ini selain ideologi Islam.

Karena itu apakah pantas dan layak, jika kaum Muslim masih tetap tunduk pada kekuasaan asing dan aseng yang justru menjajah mereka?
seharusya Islam dan Syariat-Nya lah yang layak dan pantas memimpin dunia ini. Karna Islam lebih dari sekedar agama spiritual dan akhlak belaka.

Sebab Islam pun mengatur pula urusan politik dan kenegaraan, seperti yang telah dicontohkan Rasulullah Saw dan Khulafaur Rasyidin. Bahkan kelak kekuasaan islam akan mengemban agama ini sampai kepenjuru dunia, sehingga menjadi naungannya. Dan ini akan terjadi, karena hal ini telah dijanjikan Rasulullah Saw:
“Sungguh Allah telah mendekatkan bumi ini untukku, lalu aku melihat bagian timur dan barat nya. Sungguh kekuasan umatku akan mencapai seluruh wilayah yang diperlihatkan kepadaku tersebut (HR.Abu Dawud).

Akan tetapi kepemimpinan ini tidak mungkin terwujud melainkan oleh institusi Khilafah Islamiyah yang memang telah diperintahkan agama, dan telah disepakati pula kewajibannya oleh para Ulama Ahlus Sunah Waljamaah (Aswaja). Dan ini semua harus kita imani dan perjuangkan.

Semoga kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang mau memperjuangkannya. Aamiin…
Wallaahu a’lam….