OPINI/Artikel

Tentang PAUD, Tentang Masa Depan

adminsigiku.com
×

Tentang PAUD, Tentang Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Adik Saya sampai sa’at ini masih menjadi guru PAUD. Pendidikan usia dini adalah sebuah fase terpenting dalam tumbuh kembang anak. Mengapa penting ? Ini adalah sebuah fase awal sang anak didik mengenal dunia.

Termasuk mengenal dunia layanan pendidikan. Kita mengenal ungkapan populer yang berkata, “Kesan pertama begitu menggoda”. Ungkapan ini bila kita koneksikan secara phsikologis dengan anak usia dini maka PAUD menjadi “kesan pertama” mereka.

Proses layana pendidikan di PAUD harus jadi “kesan pertama” yang terbaik. Secara mental dan intelektual fase pendidikan PAUD harus memberi dampak afeksi positif bagi setiap anak PAUD.

Proses layanan pendidikan di PAUD harus benar benar menyenangkan dan membuat anak “adiksi” bermain dan belajar sesuai usia perkembangannya. PAUD harus mampu menjadi “zigot” edukatif tumbuh kembang potensi setiap anak didik.

Maria Montessori seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter berkebangsaan Italia, mengembangkan sebuah metode memberi kebebasan pada aktivitas anak didik setiap hari. Tentu terarah dan terbimbing, namun mengalir berdasarkan suasana pshsikologis anak.

Bila ada ungkapan “Didiklah anak sesuai zamannya”, maka ungkapan pada anak didik PAUD adalah didiklah mereka sesuai usianya. Usia PAUD bukanlah usia yang menuntut intelektualitas dan keterampilan dalam melakukan sesuatu.

Jangan sampai anak didik PAUD dipaksa harus memenuhi target tertentu dalam calistung. Ini sebuah “pemaksaan” yang memperdaya mereka, karena bukan usianya. Lebih tak elok lagi, guru dan orangtua bangga bila anak PAUD hasil paksaan bisa calistung.

Dunia petani mengenal istilah buah masak terpaksa. Demi industri dan tuntutan pasar, “masak dipaksa”. Apa itu masak dipaksa ? Masak dipaksa adalah buah-buahan yang dipaksa masak lebih cepat dengan menggunakan proses kimiwawi atau pun non kimiawai. Hasilnya masak non alami.

Hal alamiah, sesuai kodrat anak adalah utama dalam proses layanan pendidikan. Ini harus diterapkan pada pendidikan PAUD sampai pendidikan menengah, terutama.

Bukankah kita mengenal istilah pedagogik dan andragogik. Dua istilah ini menjelaskan sebuah entitas belajar yang beda usia, beda tahapan perkembangnnya. Termasuk anak didik PAUD tentu harus dilayani secara phiskologis berdiferensiasi.

Keluarnya peraturan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi Republik Indonesia nomor 18 tahun 2023 tentang “Standar pembiayaan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah” semohga memberi “energi” terbaik bagi anak PAUD.

Layanan PAUD bukan masalah layanan pendidikan pada anak usia dini, melainkan layanan pada kejayaan masa depan bangsa. Masyarakat masa depan akan dihuni oleh masyarakt kita yang saat ini menjadi “masyarakat” PAUD. Anak PAUD hari ini bakal penguasa masa depan bangsa.

Setiap bakal, benih akan menentukan bagaimana sebuah pohon tumbuh baik dan produktif. Tentu dengan perawatan yang konsisten dan sesuai dengan karakter benih. Anak PAUD hari ini adalah benih terbaik bagi masa depan bangsa.

Kita orang dewasa, pemerintah, masyarakat dan pendidik adalah “petani kebudayaan” yang akan menentukan sukses atau gagal panen Indonesia Emas 2045. Bibit unggul, perawatan terbaik, akan memberi panen terbaik. Insyaallah.