Keterangan Foto : Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya saat menemui aksi demo dari puluhan pelajar yang tergabung dalam IPNU Kota Tasikmalaya
Pewarta ; Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Tasikmalaya, sejumlah puluhan Ikatan Pelajar NU melakukan Aksi Demo di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Selasa (2/5/2023) pagi.
Dalam orasinya, pendemo meminta agar pihak Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk melakukan evaluasi karena menurut mereka, saat ini terjadi kesemrawutan didinia pendidikan khususnya dilingkungan sekolah sekolah yang dibawah dinas pendidikan, seperti adanya kasus pungli dan kasus seksual.
Bahkan dalam aksi yang dikawal ketat petugas keamanan dari Polresta Tasikmalaya dan Satpol PP Kota Tasikmalaya itu, pendemo mengaku merasa kecewa dengan kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya. Bahkan tak jarang beberapa kali di ucapkan pendemo, agar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Ir.Hj.Ely Sumarni dituntut mundur dan dicopot dari jabatannya.
“Jika melihat kesemrawutan Dunia pendidikan saat ini khususnya di kota Tasikmalaya, telah terjadi beberapa kasus diantaranya masalah pungli dan kasus seksual termasuk kesejahteraan guru guru honorer yang di bayar tidak sepadan hanya 150 RB per bulan,” ungkap Korlap aksi Fikri Nur Fadilah yang juga aktif di IPNU Kota Tasikmalaya.
Bahkan beberapa kasus lainnya, pendemo menyoroti tentang nasib anak anak yang putus sekolah karena terbentur biaya biaya yang diduga disekolah tejadi pungli, termasuk pemberian nilai disekolah sekolah yang menyimpang dari aturan sebenarnya.

Ket. Foto : Bakar ban aksi demo pelajar IPNU dihalaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya
“Bicara masalah pungli rasanya sudah jadi budaya, apalagi dinas kini seolah olah terlena dengan iming iming anggaran yang digelontorkan,” katanya.
Okeh karena itu, masih kata dia, Dinas Pendidikan di momentum Hardiknas tahun ini harus mampu mengevaluasi demi kelangsungan pendidikan di Kota Tasikmalaya ini agar menjadi lebih baik lagi.
Dalam kesempatan tersebut, sesuai tuntutan pendemo agar Kadisdik dapat menemui mereka, akhirnya di kabulkan.
Tampak dalam kesempatan tersebut, Kadisdik yang didampingi Sekdis Pendidikan, Kabid SD, Kabid SMP dan Kabid Paud akhirnya menemui para pendemo dihalaman kantor dengan duduk bersama sama ditengah teriknya matahari.
Pada kesempatan tersebut Kadisdik menjawab beberapa pertanyaan serta keluhan yang disampaikan peserta aksi yang berjalan tertib.
Aksi demo tersebut walaupun terjadi aksi bakar ban bekas, namun situasinya dapat terkendali dan berjalan aksi damai tanpa ada kekerasan baik dari pihak pendemo maupun petugas.













