Pewarta : Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Selama kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Erwan Setiawan tak dipungkiri Kabupaten Sumedang kini menjadi “banjir ” prestasi hingga menjadikan Sumedang terkenal di tingkat nasional dan dikunjungi berbagai daerah.
Kenyataan itu dibuktikan dengan banyak nya kunjungan dari berbagai kepala daerah untuk datang ” berguru” ke Sumedang, diataranya terkait penerapan menjalankan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE) dan juga berhasilnya Sumedang menekan angka stunting.
Diketahui Sumedang berhasil menekan angka stunting dari 32,2 di tahun 2018 menjadi 8,2 di tahun 2022 sehingga Sumedang mendapat penghargaan dari Kementrian Dalam Negeri atas penilaian kinerja pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting terbaik pertama di Jawa Barat yang diterima Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan di Hotel Prime Plaza Sanur Denpasad Bali dalam acara Workshop penguatan perencaan dan penganggaran serta pemberian apresiasi kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting, ( Selasa, 30 Agustus 2022).
Sementara untuk pemerintahan berbasis digital Kabupaten Sumedang pun mendapat juara pertama tingkat nasional dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) pada 20 Maret 2023. Sebelumnya lebih dari 50 kota kabupaten telah berkunjung ke Sumedang melakukan study banding terkait SPBE sehingga dikesempatan berikutnya Kabupaten Sumedang diwakili Sekda Herman Suryatman dihadapan 62 kabupaten kota se Indonesia menyampaikan SPBE dengan platform digital services living lab di hadapan 62 kota kabupaten yang diselenggarakan
Kementrian Dalam Negeri.
Selain dua prestasi mentereng diatas Kabupaten Sumedang pun dalam hal good governance mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP) 7 kali secara berturut – turut juga selain itu mendapat ranking ke dua se Indonesia dalam hal Implementasi Program Pengendalian Gratifikasi triwulan ke 3 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada tahun 2021 dimana ada 12 komponen yang dinilai atau dimonitor oleh KPK diantaranya dari mulai aturan SKUP, golongan UPG, diseminasi, e-learning, sosialisasi, bimtek, titik rawan, mitigasi risiko, stakeholder, pelaporan dan penangan pelaporan. Dalam hal ini Sumedang meraih nilai sempurna atau100 untuk semua komponen dari hasil monitoring.
Penghargaan lainya berkenan pencegahan stunting dimasyarkat di tahun 2021 BKKBN kerjasama dengan Habibie Istitute For Public Policy and Governance dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sumedang sebagai peringkat ke 2 tingkat nasional dalam katamegori penggunaan teknologi informasi melalui inovasi yakni berupa penggunaan aplikasi e simpati.
.













