OPINI/Artikel

Mengenal Profesi ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik)

adminsigiku.com
×

Mengenal Profesi ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik)

Sebarkan artikel ini

Penulis : Agus Sudrajat, S.SI., M.T.
Dosen Politeknik Piksi Ganesha

ATLM (Ahli teknologi Laboratoirum Medik) merupakan salah satu profesi tenaga kesehatan di Indonesia, yang pada awal munculnya disebut Analis Kesehatan, profesi ini mulai mencuat ketika terjadi pandemi Covid-19 beberapa tahun yang lalu.

Masyarakat kita selama ini mungkin lebih familiar dengan tenaga kesehatan yang sering ditemui di rumah sakit atau Laboratorium Klinik seperti Perawat, Dokter atau Bidan karena bekerja bertemu langsung dengan pasien dan keluarganya, berbeda halnya dengan profesi ATLM yang lebih banyak bekerja di ruangan Laboratorium, kecuali apabila mengambil sampel darah dari pasien.

Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik, memiliki kompetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perorangan dan masyarakat.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat akan pelayanan laboratorium medik yang bermutu atau terstandar secara nasional maupun internasional, menuntut profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik agar senantiasa meningkatkan daya saing dengan kesetaraan kompetensi secara internasional.

ATLM yang bekerja di rumah sakit atau di Laboratorium klinik memang lebih banyak bekerja di dalam ruangan laboratorium, tugasnya adalah menganalisa sampel dari cairan tubuh manusia, contohnya seperti darah.

Untuk pemeriksaan darah biasanya seorang ATLM yang berkompetensi mengambil darah vena akan mengambil darah dari pasien, dimana tahap ini dikenal dengan tahap pra analitik, kemudian apabila data sudah terferifikasi dengan benar maka akan dilanjutkan ke tahap analitik yaitu menganalisa sampel darah tersebut untuk ditentukan kadar tertentu dari komponen darah contohnya seperti kadar hemoglobin, setelah tahap ini selesai, maka akan dilanjutkan ke tahap pasca analitik yaitu mengetik hasil pemeriksaan dan melaporkannya kepada pihak yang membutuhkan hasil analisa, biasanya hasilnya diserahkan kapada dokter yang sedang menegakan diagnosis suatu penyakit.

Dilihat dari pekerjaanya yang membantu menentukan diagnosis tentu saja peran seorang ALTM sangat penting di bidang Kesehatan.

Dalam melaksanakan pekerjaanya seorang ATLM tentu saja dituntut untuk memiliki ketelitian dan kompetensi, untuk mendapatkan kompetensinya seorang ATLM bisa menempuh pendidikan di bidang vokasi dengan jenjang D3 atau D4, dimana untuk jenjang D3 dibutuhkan waktu selama 3 tahun untuk menyelesaikan pendidikannya, sementara untuk jenjang D4 dibutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menyelesaikan pendidikannya.

Untuk pendidikan D4 ada tambahan kompetensi di bidang biologi molekuler dan juga memiliki kompetensi untuk memvalidasi hasil pemeriksaan. Saat ini di daerah Jawa Barat benyak perguruan tinngi yang telah membuka program studi D3 ataupun D4 untuk mencetak ATLM, salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Barat yaitu Politeknik Piksi Ganesha juga telah membuka program studi Analis Kesehatan yang telah mendapatkan akreditasi B dari LAMPTKES.

Dibukanya program studi Analis Kesehatan oleh Politeknik Piksi Ganesha ini adalah salah satu usaha untuk menjawab tantangan zaman untuk menciptakan tenaga ATLM yang berkompeten dan berkualitas.

Dengan banyaknya bermunculan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program studi D3 atau D4 jurusan Teknologi Laboratorium Medik, diharapkan juga profesi ATLM lebih familiar di kalangan masyarakat Indonesia, dan tentu saja membantu dalam pembangunan di bidang kesehatan yang tentu saja membutuhan tenaga kesehatan yang salah satunya adalah ATLM yang berkompeten dan berkualitas.