Oleh : Neng Tintin (Ibu Rumah Tangga)
Jelang Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023-2024, Dinas pendidikan Kabupaten Bandung optimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakan Ruli Hadiana saat memberikan sosialisasi PPDB untuk wilayah gugus 3 di SMP Negeri Soreang.
Menurut Ruli optimalnya sosialisasi akan mendorong daya minat belajar untuk anak usia sekolah, selain itu juga akan mendorong standar rata-rata lama sekolah (RLS) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bandung. Sumber: Jurnal soreang.com
Akan tetapi sosialisasi saja dianggap tidak cukup, perlu adanya solusi yang serius dari pemerintah. Jangan sampai karena hanya mengejar RLS, Pemerintah justru lalai dalam mengurusi pendidikan rakyatnya.
Apalagi dengan kondisi saat ini, ditengah mahalnya harga-harga kebutuhan hidup, belum biaya kesehatan, ditambah biaya pendidikan yang tidak murah, membuat masyarakat terutama masyarakat miskin,yang pada akhirnya harus terpaksa hanya menyekolahkan anak-anaknya sampai jenjang terendah/ putus sekolah, dan bahkan ada yang sampai tidak mengenyam pendidikan sama sekali.
Miris memang, ditengah melimpah ruah nya sumber daya alam yang ada di negeri ini, seharusnya pendidikan bisa sama dirasakan dan didapatkan oleh seluruh warga negara, tanpa terkecuali, baik itu sikaya maupun si miskin.
Pendidikan yang diterapkan pun sepertinya jauh dari pembentukan generasi yang berkualitas dan unggul. Pasalnya kecacatan moral, adab, akhlak bahkan tingkah laku, masih menjadi PR besar dunia pendidikan saat ini, tidak terkecuali peran orang tua, lingkungan dan negara yang sama-sama menjadi pendukung.
Karena faktanya, tidak sedikit orang yang pada dasarnya mengenyang pendidikan tinggi, justru tidak mencerminkan sikap seseorang yang berpendidikan tinggi.
Seperti halnya banyaknya kasus perundungan di dunia kampus, kasus pelecehan dan kekerasan oleh oknum guru kepada muridnya, tawuran antar pelajar, dan lain sebagainya.
Ini menunjukan bahwa pendidikan saat ini sangat kritis dan jauh dari nilai-nilai agama. walaupun pelajaran agama dipelajari didalamnya.
Ditambah dengan resolusi pendidikan vokasi yang terus di gaungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal (DitJen), pendidikan vokasi terus berupaya menjalin kerja sama dengan dunia usaha serta dunia industri (dudi).
Konsep link and match sebagai gebrakan inovasi denga rancangan kurikulum pendidikan, vokasi diutus agar siap disandingkan dengan dunia usaha dan industri.
Pendidikan vokasi dianggap sebagai mesin pencetak tenaga kerja terampil untuk menjadi sosok ideal dunia kerja nasional, regional, maupun internasional.
Seharusnya pendidikan dijadikan sarana pencetak generasi unggul, yaitu Sumber Daya Manusia(SDM) yang memiliki jiwa pemimpin, berkarakter, dan mendedikasikan dirinya untuk kemaslahatan umat.
Seperti halnya sistem pendidikan Islam yang bagian dan unsur-unsurnya saling berkaitan dan bekerja sama dalam membentuk manusia yang berkepribadian Islam, berdasarkan nilai-nilai dan ajaran Islam, yang berdasarkan kepada tuntunan al-Quran dan as- Sunnah.
Islam sangat memandang serius pendidikan. Pendidikan merupakan investasi masa depan untuk mencetak bibit-bibit unggul menjadi generasi cemerlang. Pendidikan mempunyai visi dan misi dalam membentuk insan yang berkualitas dengan kepribadian, pemikiran, ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang tepat guna dan daya guna untuk memimpin umat dan negara. Materi pendidikan pun dikemas untuk meningkatkan semua aspek, bukan hanya ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) dan keterampilan, tetapi juga keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pendidikan tidak hanya jadi aset mencari lapangan pekerjaan, akan tetapi lebih dari itu.
Disinilah lagi dan lagi p eran negara sangat dominan, pendidikan sudah menjadi kewajiban negara. Fasilitas, sarana dan prasarana, infrastruktur, metode pengajaran, maupun biaya pendidikan seharusnya lebih di utamakan, seperti yang pernah terjadi pada era gemilang Islam.
Dan sistem pendidikan seperti itu hanya akan bisa dirasakan saat Islam diterapkan. Karena Islam akan memperhatikan semua lini kehidupan.
WalLahu’alam…











