Pewarta : Awing
Kab Jeneponto – Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah berjalan di Kabupaten Jeneponto, Penerapan kurikulum merdeka juga telah terlaksana dalam tahun ajaran 2022-2023 di UPT SMP Negeri 1 Binamu.
Tentu dengan penerapan kurikulum ini akan lebih meningkatkan kreativitas, inovasi dan daya Kolaborasi guru dan siswa dalam pembelajaran. Ini juga tidak lepas dari dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, Bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.
Diakhir tahun ajaran ini, UPT SMPN 1 Binamu berhasil membuat acara Deklarasi Anti Perundungan yang dirangkaikan pementasan Tari dan Pameran karya siswa. Acara ini berlangsung cukup meriah. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan., Kepala Kejaksaan negeri Jeneponto.Susanto Gani SH., Kepala Inspektorat Kab. Jeneponto, Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Ketua KNPI Kab. Jeneponto, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kab. Jeneponto, Korwil Kecamatan Binamu, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Jeneponto, Ketua Komite UPT SMPN 1 Binamu, Orangtua Siswa dari perwakilan kelas.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Bapak H. Uskar Baso, SH., MM. Mengatakan ” Sekolah harus mampu memberikan rasa aman bagi murid, hentikan Bullying begitu juga bullying yang dilakukan oleh Guru”. Tegasnya.
Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, bahkan antusias para tamu dan pejabat yang hadir di hibur dengan penampilan Tari Kreasi Pabayu Golla, Tari ini berceritakan tentang pembuatan gula merah yang merupakan kearifan lokal masyarakat. Tari ini juga terinspirasi dari Tema dalam P5 yaitu kearifan lokal dengan topik Pembuatan Gula Merah. Selain itu juga tampil tari profil pelajar Pancasila yang dibawakan begitu apik oleh siswi kelas 7.
Yang paling memberikan surprise atau kejutan penampilan strory telling yang berkisah tentang bawang putih dan bawang merah. Kisah ini tentu memberikan pembelajaran bagaimana seorang melakukan pembullyan terhadap orang lain (bawang putih).
Acara berlanjut dengan pembentukan Duta Anti Bully yang merupakan perwakilan kelas yang sebelumnya mengucapakan ikrar anti Bully. Sebagai acara penutup penandatanganan deklarasi anti Bully oleh kepala Dinas, undangan, ketua komite, kepala sekolah, guru, orang tua dan perwakilan siswa. Terakhir kegiatan mengunjungi pameran karya siswa. pejabat, undangan dan orangtua siswa banyak tertarik terhadap produk, bahkan beberapa produk karya dalam pameran laku dibeli oleh pengunjung.
Kepala Sekolah Basri S.pd menyatakan, UPT SMPN 1 Binamu akan terus berusaha menjadi sekolah yang ramah anak, maju, mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler, yang tentu siswa memiliki saluran kreatifitasnya.
Acara ini akan terus dilanjutkan, lebih baik, lebih meriah dan tentu akan lebih luas. Terima kasih atas kerjasama dan kolaborasinya sehingga acara ini berjalan sukses tandasnya.












