Pewarta : Awing
Kabupaten Jeneponto – Seminar Budaya Tranfortasi Serial Culture. “Anak Sekolah Menuju Generasi Paripurna” dengan Tema Siri’ Napacce Tojeng Anna’ Gala Siri Baji Ampr Baji Adat” yang digelar Bidang Budaya, DR. Ferawati Azis ,M.pd di Ruang Pola Guru Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kab.Jeneponto, Rabu (09/08/2023), disambut antusias masyarakat, teritama para pelajar.
Tampak ratusan siswa siswi dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari jenjang SD,SMP,SMA dan SMK serta Juara 2 dan 3 Duta Budaya Jeneponto dengan Narasumber Maskur, S.Ag.MH dan Sahajuddin,S.S,M.SI.
Salah satu Narasumber, Maskur, dalam paparannya mengajak para siswa untuk berbakti kepada orang tua. menurutnya, bahasa Daerah khas Jeneponto siri’napacce, untuk membentuk kesadaran hukum dan kontrol sosial sebagai bekal bagi generasi penerus.
Dia menambahkan, pola pergeseran budaya yang harus dibangun adalah menghilangkan budaya malu menggunakan bahasa daerah dan berani mengakui kesalahan ketika berbuat salah.
“Tidak mungkin ada siswa yang dicubit oleh gurunya kalau tidak ada salahnya, bahkan ada anak yang sudah tau salah malah tidak mengakui kesalahannya hingga melawan, inikan sikap yang memalukan, sedangkan pacce adalah harkat atau martabat seseorang,” tuturnya.
Dikatakan, Siri Napacce dikaitkan dengan hukum, Law of Sosial control, Hukum sebagqi alat kontrol masyarakat dengan itu kita tidak biarkan berbuat seenaknya.
“Kita juga harus memiliki Law Of Sosial Engeneri hukum sebagai alat perekayasa sosial maka setiap bentuk apa yang kita lakukan perlu ada aturan Dadasarnya membuatkan peraturan,” tambahnya.
Berdasarkan Undang – Undang No 6 terkait Undang – Undang Desa yang disyaratkan membuat yang namanya Hukum adat dan sampai sekaran belum jalan.karena belum terbentuk namanya pemanku adat, imbuhnya
“Sementara undang undang no 6 tahun 2014 mengisyaratkan untuk dibuatkan hukum adat.
“Inilah perlu dipahami ini bagi generasi penerus,generasi menjadi remaja kemudian akan menjadi dewasa,” tutupnya.
Kabid Budaya Disdikbud Jeneponto, DR,Ferawati Azis, M.pd sangat mengapresiasi peserta yang begitu antusias untuk hadir.
“Memang kami tidak langsung mengundang para guru gurunya tetapi langsung ke sasaran pendidik asas manfaat untuk mengatahui itu sendiri,” katanya
Dia berharap anak – anak yang hadir dapat mengamalkan dan melaksanakannya ketika pulang kerumah masing – masing atau disekolah.
“Tujuan Siri Napacce ini adalah jangan pernah tinggalkan budaya sendiri dari bumi tercinta ini, modern boleh, tetapi siri napacce tetap terpatri di hati kita,” ujarnya.













