OPINI/Artikel

PGRI Mosi Dan PGRI Reformasi

adminsigiku.com
×

PGRI Mosi Dan PGRI Reformasi

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Kota Sukabumi)

Baru di era PB PGRI saat ini terjadi perpecahan dan pembelahan PGRI sangat luar biasa. Ini sebuah dinamikia organisasi yang luar biasa. Konflik dalam partai politik biasa, namun dalam organisasi guru menjadi binasa.

Ada hal yang “sakit” tidak sehat ditubuh PB PGRI era kepemimpinan Unifah Rosyidi sudah Saya rasakan sejak Saya terpilih dalam Kongres PGRI tahun 2019. Beberapa tahun setelah aktif di PB PGRI, Saya nyatakan mundur.

Dalam surat pengunduran diri yang Saya sampaikan pada Sekjen PB PGRI Ali Rahim alasannya adalah karena Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi gagal memahami kebatinan guru dan memimpin PB PGRI. Saya tidak mau ikut dalam kepemimpinan yang bermasalah.

Saat ini Sejarah membuktikan kegagalan Ketua Umum PB PGRI bergelar Ibu Mosi, kembali dihantam konflik. Sejumlah 9 orang pengurus PB PGRI menganggap Ketua Umum Unifah Rosyidi sangat bermasalah dalam memimpin PGRI.

Wajah PB PGRI saat ini terbelah dua, pertama wajah PGRI Mosi, kedua wajah PGRI Reformasi (perubahan). Sungguh kisah PGRI Mosi dan PGRI Reformasi ini akan menjadi long term memory bagi publik guru anggota PGRI.

Serjumlah catatan gelap era Kepmimpinan Unifah Rosyidi versi PB PGRI reformasi terekam dengan baik. Semoga semuanya menjadi pembelajaran. PGRI milik guru bukan milik pribadi dan kelompok yang mencari nafkah dari iuran anggota PGRI.