Oleh : Rindi Sartika (Ibu Rumah Tangga)
Saat ini Indonesia mengalami kemarau yang cukup panjang. Bahkan cuaca akhir-akhir ini terasa sangat panas. Selain mengakibatkan banyak penyakit yang mengganggu pernafasan, musim kemarau seperti ini tentu mengakibatkan krisis air bersih diberbagai daerah di Indonesia.
Salah satunya yang terjadi di Situ Cileunca Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dimana debit air disana semakin hari semakin menyusut.
Hal ini pun dibenarkan oleh Uka Suska Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bahwa terjadi penyusutan di Situ Cileunca sekitar 5 sampai 7 meter.
Padahal air yg berada di Situ Cileunca itu merupakan bahan baku air bersih yang diolah PDAM Tirta Raharja.
Adanya penyusutan air seperti ini, dikhawatirkan akan mengganggu distribusi air bersih ke rumah warga di Kabupaten Bandung.
Air bersih tentu menjadi hal sangat penting dalam kehidupan, karna air merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup didunia.
Terlebih bagi manusia, minum dan sanitasi menjadi keperluan yang penting dan mendasar. Begitu pula untuk industri dan juga pertanian, peranan air sangat dibutuhkan.
Tanpa air, masyarakat tentu akan disulitkan dengan berbagai aktivitas mereka sehari-hari.
Untuk itu, krisis air bersih di musim kemarau saat ini tentu menjadi masalah besar bagi masyarakat.
Stok air yang semakin sedikit belum lagi ditambah terjadinya pencemaran air menyebabkan masyarakat semakin kesulitan.
Masyarakat memerlukan penanganan cepat dalam mengupayakan penyelesaian krisis air bersih ini. Air yang tercemar tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, juga sanitasi yang buruk akibat sulitnya air bersih tidak sedikit menyebabkan kasus kematian.
Jika menilik pada perspektif islam, air merupakan salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT. Dan sebagai manusia kita tentu harus mensyukurinya dengan cara menjaga dan mengelolanya dengan baik.
Dalam islam seluruh umat manusia diperintahkan untuk tidak menghambur-hamburkan atau boros didalam penggunaan air bahkan sekalipun untuk bersuci.
Seperti yang pernah dilakukan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW pernah menegur Sa’ad ibn Abi Waqqas yang sedang berwudhu, beliau Nabi SAW bersabda: “Wahai Sa’ad mengapa harus berlebihan seperti ini ?” Sa’ad berkata: “Apakah dalam berwudhu ada larangan israf atau boros? Nabi Saw menjawab: “Tentu, walaupun engkau sedang berada di tepian sungai yang mengalir” (HR Ibnu Majah).
Kemudian islam juga melarang mencemari sumber-sumber air. Karena air yang tercemar selain membuat ketersediaan air bersih semakin berkurang tentu akan menimbulkan dampak penyakit.
Dalam islam air adalah milik bersama, sehingga perlu dikelola bersama. Jadi tidak diperbolehkan siapapun untuk menahan air untuk mengalir ke tempat lain, juga menimbun air untuk kepentingan individu saja.
Masyarakat akan terus diberikan pemahaman juga kesadaran terkait pentingnya menjaga kelestarian air, sehingga mereka mampu menjaga dan mengelola air dengan baik.
Islam juga mengajarkan ketika krisis air yang diakibatkan musim kemarau berkepanjangan kemudian masyarakat dilanda kekeringan, untuk bersama- sama melaksanakan shalat istisqa (Sholat agar diturunkan hujan) .
Karna ketika manusia berikhtiar dengan cara-cara yang dicontohkan Rasulullah Saw, kemudian dibarengi dengan permohonan kepada Allah (Doa) maka segala permasalahan krisis air ini akan lebih mudah diatasi.
Wallahu’alam bishshawab











