Jelang Pemilu 2024, Timses Jangan Korbankan Kepentingan Masyarakat Dengan Menyebarkan Kampanye Hitam
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi (Tasikmalaya)- Tokoh Masyarakat yang juga pengamat serta praktisi Hukum di Tasikmalaya, Dr.H.Nana Suryana,SH,.MH,. Jelang Pemilu 2024 mendatang, mengharapkan agar para Tim Sukses (Timses) Calon Presiden dan Wakil Presiden untuk tidak melakukan kampanye hitam atau saling menjatuhkan dalam meraih simpatik dari masyarakat.
Bahkan dirinya mengatakan, jangan sampai kepentingan politik praktis yang sudah menjadi agenda rutin lima tahunan malah mengorbankan kepentingan masyarakat utamanya persatuan dan kesatuan yang terjalin di lingkungan masyarakat.
“Timses pasangan Capres dan cawapres jangan mengorbankan kepentingan masyarakat dengan menebar kampanye hitam, akan tetapi kesatuan dan persatuan masyarakat harus diutamakan,” ujar Nana Suryana kepada Koran Sinar Pagi, Sabtu (21/10/2023)
Menurutnya, adu gagasan dan program yang akan dijalankan oleh pasangan calon Presiden itu yang harus diutamakan dalam meraih simpatik dan dukungan dari masyarakat.
Bagaimana Indonesia ke depan apalagi menghadapi tahun emas, harus menjadi perhatian bagi para Timses sehingga masyarakat lebih paham akan masa depan bangsa Indonesia ke depan ketika memilih pada capres yang diinginkannya.
Dijelaskannya, saat ini masyarakat Indonesia baru saja keluar dari krisis ekonomi akibat Pandemi yang berkepanjangan. Jangan lagi beban masyarakat ditambah berat dengan situasi politik yang tidak mendidik.
Timses pasangan Capres/Cawapres tentunya harus memiliki tanggungjawab moral untuk bisa membangun Indonesia ke depan dan memberikan harapan yang baik kepada masyarakat. Jangan malah membuat masyarakat saling tuding dan saling bermusuhan hanya karena beda pilihan dalam pemilu.
“Kerukunan antar masyarakat antar tetangga harus diutamakan demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia di masa depan. Jangan sampai persatuan yang sudah baik malah terkoyak oleh kepentingan politik praktis sesaat,” Imbuhnya.
Konflik di tataran elit, masih kata dia, sebetulnya bisa diselesaikan lewat minum kopi bersama. Sedangkan konflik di kalangan masyarakat inilah yang akan sulit untuk bisa diselesaikan bahkan bisa sampai bertahan tahun lamanya.
Oleh karena itu, Nana Suryana berharap agar para tokoh masyarakat alim ulama dan juga para akademisi untuk bisa tampil sebagai pembimbing masyarakat dan mampu mendinginkan suasana politik yang memanas akibat perbedaan pilihan.
“Masyarakat juga harus hati hati dan pinter memilih mana informasi yang sifatnya hoax mana kampanye hitam mana yang bersifat adu domba dan mana yang sifatnya informatif. Jangan sampai semua informasi diterima begitu saja,” katanya.
Saat ini sudah muncul nama nama Capre dan Cawapres yang sudah muncul bahkan sudah ada yang mendaftarkan ke KPU, seperti pasangan Anis Baswedan-Muhaemin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan segera menyusul Pasangan Prabowo Subianto-Gibran.
“Semua calon presiden yang saat ini sudah muncul merupakan sosok figur dan putra terbaik bangsa Indonesia yang tentunya memiliki pendukung yang sangat banyak. Jangan sampai para pendukung itu malah diadu domba oleh kampanye hitam yang disebarkan oleh masing-masing tim sukses,” pungkasnya.
