OPINI/Artikel

Pendidikan Politik Tanamkan Sejak Dini

adminsigiku.com
×

Pendidikan Politik Tanamkan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sebagaimana kita pahami mendengar kata politik seakan bermakna penuh tipu daya. Politik itu kotor. Politik itu perebutan kekuasan, dan seterusnya. Oleh karena itu, sering ada uangkapan, kalau mau menjadi muslim sejati yang benar-benar hidupnya hanya beribadah kepada Allah, jauh politik.

Sejatinya mengurus dan memperhatikan urusan rakyat/umat sesuai ajaran Islam, yakni mempraktikan politik Islam, merupakan kewajiban seorang muslim. Sebagaimana kewajiban yang lain, kaum muslim wajib berpolitik dan wajib pula mengarjkan politik Islam kepada putra-putri kita.

Dengan demikian orang tua wajib menanamkan kepada anak bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam mengatur seluruh urusan kehidupan dunia dan akhirat. Islam mengatur masalah sholat, puasa, dan haji. Islam mengajarkan ahlak terhadap orang tua, guru, dan teman. Islam mengatur masalah makanan, yakni mewajibkan memakan, makanan yang halal dan baik (sehat). Islam juga mewajibkan umat Islam menuntut ilmu.

Orang tua harus mendidik anak berislam kafah dengan membiasakan diri dan memberi teladan melaksanakan syariah Islam secara menyeluruh (kafah) dalam aktivitas sehari-hari. Kewajiban melaksanakan Islam kafah terdapat dalam alquran. Allah SWT. berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian.
(QS Al-Baqarah (2) :208).

Allah swt. Mewajibkan penerapan hukum Islam secara keseluruhan, baik berkaitan dengan akidah, syariat, ibadah, muamalah, ekonomi, sosial, politik hingga pemerintahan. Allah mengharamkan mengikuti langkah-langkah setan karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

Dengan demikian kian, biasakan anak dalam ketaqwaan dan berikan teladan baik. Anak-anak harus dibiasakan bertaqwa dikeluarga, sekolah, dan lingkungannya. Mereka harus berteman dengan teman-teman yang saleh-salihah. Mereka harus selalu dalam ketaqwaan saat mengskses media dan berteman di media sosial. Seorang yang bertaqwa akan selalu menjaga agar Allah tidak melihat dirinya ditempat yang dilarang-nya, sebaiknya selalu ada ditempat yang diperintah-Nya ia senantiasa melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya .

Para guru orangtua harus bertaqwa karena tugas guru dan orangtua adalah mendidik anak agar perilakunya sesuai tuntutan islam, bertaqwa kepada Allah dan menjadikan dirinya makin dekat Allah swt.

Sejatinya, masyarakat bertaqwa akan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. Mereka saling beramal makruf nahi mungkar, serta menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Hal ini diperintahkan Allah SWT. dalam (Al-Ashr (103) : 1_3).

Oleh karena itu, individu dan masyarakat bertaqwa adalah yang melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya di seluruh aspek kehidupan. Demikian pula, negara yang melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Nya secara kafah (menyeluruh). Dengan kata lain, Dengan kata lain, ketaqwaan mengharuskan pelakunya meninggalkan maksiat dan hukum buatan manusia, seprti kapitalisme, materialisme, liberalisme, dan isme-isme lain secara total. Sebagai gantinya, ia harus menerapkan syariat Islam secara kafah.

Berpolitik Islam berarti mengurusi seluruh urusan umat sesuai ajaran Islam. Termasuk aktivitas politik adalah menasehati dan mengoreksi ( amar makruf nahi mungkar). Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan anak belajar makruf nahi mungkar kepda teman-tenannya dan mengkritsi peraturan yang salah. Misalnya, mengkritisi dibiarkannya orang yang tidak berpuasa saat Ramadhan.

Pada intinya, sejatinya beraktivitas politik sesuai ajaran Islam adalah kewajiban seluruh kaum muslim harus mengajarkan anak-anaknya kewajiban tersebut selain kewajiban yang lainnya.

Wallahu’alam bishawaab.