Pewarta : Steven Gervan
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Karaton Sumedang Larang (KSL) bersama Masyarakat Adat laksanakan Kirab Mahkota Kemaharajaan Sunda yang telah melalui proses sebelumnya, Kirab ini dimulai dari Jl. Kutamaya, Desa Padasuka, Kabupaten Sumedang menuju Kantor Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (28/04/2024).
Pada saat dijumpai di lokasi, Rd. Lily Djamhur Soemawilaga, Mahapatih KSL sekaligus Ketua Pelaksana mengatakan, Kirab Panji dan Kirab Mahkota Kemaharajaan Sunda ini adalah sebuah kegiatan rutin tahunan yang selalu dilakukan di Kabupaten Sumedang dalam rangka Memperingati Hari Jadi Sumedang.
“Tentunya kegiatan ini setiap tahunnya harus lebih meriah dan sukses lagi, karena ini adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam ke-sejarahan yang dimiliki oleh Jawa Barat umumnya, khususnya untuk Kabupaten Sumedang,” ucapnya
Antusiasme masyarakat yang menyambut kedatangan Mahkota Kemaharajaan Sunda memenuhi jalanan Tegalkalong hingga Alun – alun Sumedang.

Keterangan Foto : Penyerahan Mahkota Kemaharajaan Sunda oleh Rd. Dedi Kusmayadi Argawinata (Panglima Puragabhaya) kepada PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria (Sri Radya KSL) yang didampingi oleh YM Rd. Luky Djohari Soemawilaga (Radya Anom KSL), di Alun – alun Sumedang, Minggu (28/04/2024).
Masih dilokasi, melihat antusiasme masyarakat Kabupaten Sumedang yang hadir melihat Kirab ini semoga menjadi edukasi sekaligus sosialisasi yang berkaitan dengan potensi sejarah bahwa Mahkota Kemaharajaan Sunda ini memiliki nilai filosofi dan nilai sejarah yang sangat luar biasa, ujar Mahapatih KSL kepada Media
Mahkota Kemaharajaan Sunda ini adalah sebuah simbol legitimasi kekuasaan tertinggi dalam Kerajaan Sunda.
“Bahwa Jawa Barat khususnya orang Sunda itu masih memiliki peninggalan dari para Leluhur yang sangat luar biasa yaitu Mahkota Binokasih, inilah yang bisa menjadikan ciri, identitas, dan jatidiri orang Sunda yang memang memiliki nilai-nilai Budaya,” tegasnya
PJ Bupati Sumedang, Yudia Ramli pun mengikuti Kirab Panji dan Kirab Mahkota Kemaharajaan Sunda.













