Pewarta : Anis
Maluku – Pembangunan Bendungan Way Apu sebagai infrastruktur penyediaan air baku, air irigasi, sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir dan memiliki potensi listrik.
Bendungan ini dirancang untuk dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Maluku terutama dalam hal ketersediaan air irigasi seluas 10.000 hektar.
Untuk memastikan tersedianya air baku dengan debit 500 liter per detik, kemampuan mereduksi banjir sebesar 557 meter kubik per detik, sebagai pembangkit listrik sebesar 8 Mega Watt yang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah dengan daya 900 watt serta sebagai tempat pariwisata baru yang akan menumbuhkan perekonomian daerah.
Irigasi yang membendung Sungai Way Apu ini merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Buru.
Hinga kini Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, belum selesai. Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, menagih janji Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) Febry Calvin Tetelepta (FCT).
“Dia (FCT) janji akan segera rampung sebelum dia selesai masa jabatan di KSP. Sementara dia sudah mau selesai mau maju Calon Gubernur Maluku,” kata Ketua DPD IMM Maluku, Bidang Hukum Dan HAM, Abas Sowakil, via watshapp, Selasa (4/6/2024).
Ia menambahkan bahwa jangan sampa proyek tersebut di pergunakan untuk kepentingan politik dirinya di pilgub Maluku 2024. Karena proyek tersebut suda menelan angaran suda cukup besar namun hinga kini belum beres, jangan sampai situasi ini di gunakan untuk bekerjasama dengan PT Hutama Karya-Jakon, KSO, untuk menopang kepentingannya di Pilgub.
“Kita harus curigai lah, saya sebagai anak Pulau Buru saya sangat menyesalkan hal ini. Belum jadi pemimpin saja suda menjual janji yang tidak mampu di laksanakan. Kalau tidak mampu jangan janji dan jangan juga berambisi jadi Pemimpin di Maluku, kalau hal-hal kecil begitu saja tidak bisa di perjuangkan untuk Maluku, apalagi mau membangaun satu Maluku ini” tambah Abas.
Ia menambahkan kalau IMM akan mengawal ini terus dan menuntuk untuk FCT menepati janjinya yang suda terlanjur di sampaikan kepada Masyarakat Maluku terutama masyarakat pulau Buru.
FCT berjanji akan diselesaikan secepatnya dan mendatangkan Presiden Jokowi untuk meresmikanya.
“Kita ketahui semua bahwa proyek tersebut sudah jalan cukup lama dan kini belum beres. Kita sudah kumpul banyak data dan permasalahan terkait bendungan ini, kita hanya peringatkan hati-hati jangan main-main, kita dalam waktu dekat akan demo di KPK dan Kementrian PUPR,” tambah Abas.













