Ragam

Warga yang Terkena Dampak Pekerjaan PLTA Jatigede : yang Kami Tahu Hanya Yudi Tahyudin yang Membantu Kami, Bukan LSM GMBI

adminsigiku.com
×

Warga yang Terkena Dampak Pekerjaan PLTA Jatigede : yang Kami Tahu Hanya Yudi Tahyudin yang Membantu Kami, Bukan LSM GMBI

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Steven Gervan

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Berlokasi di Dusun Cijambe, Desa Cijambe, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Rabu (17/07/2024), beberapa perwakilan masyarakat dari tiap desa menyampaikan pernyataan sikap terkait dampak pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede.

Pernyataan sikap dan penyampaian terhadap permasalahan pendampingan lahan masyarakat yang terdampak oleh pekerjaan PLTA Jatigede ini dibacakan oleh Kadir saat di lokasi.

“Bahwa melihat permasalahan yang terjadi terhadap tokoh pembela masyarakat yang meliputi 3 desa, yang mana awalnya dari Bapak Yudi Tahyudin yang telah mendampingi kami dan tentunya sudah sangat berkorban,” jelasnya

Berkorban dalam, lanjut Kadir, waktu, tenaga, pikiran dan tentunya uang, pengorbanan ini telah dilakukan kepada kami sebagai masyarakat yang terdampak pekerjaan PLTA Jatigede mulai tahun 2019 hingga saat ini tahun 2024.

Kadir adalah salah satu warga yang mewakili dari 3 Desa yang menjadi korban atas dampak pengerjaan PLTA Jatigede.

“Melihat pendampingan dari Bapak Yudi Tahyudin kepada masyarakat ini berujung didzolimi, kami tidak melihat LSM GMBI, yang kami tahu hanya Bapak Yudi Tahyudin yang membela kepada kami,” pungkasnya

Oleh karena itu, masyarakat yang terdampak atas pekerjaan PLTA Jatigede ini hanya mengetahui sosok Bapak Yudi Tahyudin saja bukan LSM GMBI.

“Pada saat kami merasa susah, dimana orang-orang DPP LSM GMBI berada, lalu dimana mereka berkorban uang, tenaga, waktu, dan pikiran, yang ada hanya sosok Bapak Yudi Tahyudin saja ketika kami butuh beliau yang selalu ada untuk membantu kami,” tegasnya

Melihat hal tersebut, Kadir bersama 4 perwakilan warga yang menjadi korban atas dampak pekerjaan PLTA Jatigede dari desa yang berbeda langsung menyatakan sikap pada saat dilokasi kepada awak media.

“Kami sudah tidak butuh LSM GMBI, karena kami sangat tahu perjuangan dari seorang tokoh Yudi Tahyudin yang telah memperjuangkan kami dari tahun 2019 hingga saat ini tahun 2024,” katanya

Dampak dari pekerjaan PLTA Jatigede meliputi 3 Desa antara lain, Desa Cipeles Kecamatan Tomo, Desa Kadujaya Kecamatan Jatigede, dan Desa Karedok Kecamatan Jatigede.

Lanjut Kadir menegaskan, jangan hanya karena masalah organisasi lalu Yudi Tahyudin dihilangkan dalam masalah pendampingan kami, terus terang kami merasa tidak rela, kami yang dirugikan karena tanah kami belum dibayar.

“Dan kami akan terus tetap berjuang bersama Yudi Tahyudin, apapun yang terjadi kami akan siap didepan untuk semua ini, jangan ganggu kami, jangan kalian datang setelah mau dibayar,” ucapnya

Masih Kadir mengatakan, apabila itu terjadi namanya pahlawan kesiangan, sekali lagi kami katakan dan tegaskan kami yang dirugikan punya tanah, kami yang menjadi korban dan jangan cari manfaat dari penderitaan kami.