Pewarta: Vicky Rizki
Koran SINAR PAGI, Sumedang – Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga menghadiri rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Pondok Pesantren Alif Lam Mim Daal Ro, Dusun Cimuncang, Desa Surian, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (28/09). Acara ini diramaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan tradisi lokal sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi.
Puncak acara ditandai dengan Kirab Gunungan Hasil Bumi, di mana masyarakat bersama santri membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Gunungan ini diarak mengelilingi area pesantren, diiringi dengan lantunan Shalawat Akbar oleh para santri dan jamaah yang hadir, menciptakan suasana khidmat dan penuh spiritualitas.
Dalam tradisi Gawur/Nyawer, Radya Anom Luky Djohari turut serta memberikan sumbangan kepada para santri dan masyarakat setempat. Tradisi ini merupakan simbol keberkahan dan kepedulian sosial, di mana donasi dalam bentuk uang dan barang dibagikan untuk mendukung kehidupan pesantren dan masyarakat sekitar.
Acara Maulid Nabi tersebut juga diisi dengan Tablig Akbar, di mana sejumlah tokoh ulama memberikan ceramah keagamaan yang menggugah semangat keislaman dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Radya Anom Luky Djohari beserta keluarga menjadi simbol kuat dukungan terhadap tradisi Islam dan kelestarian nilai-nilai lokal di Kabupaten Sumedang.
Dalam sambutannya, Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga menyampaikan, “Acara ini bukan hanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga wujud nyata kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga nilai-nilai agama dan budaya lokal. Saya sangat menghargai tradisi Gawur/Nyawer yang mengajarkan kita untuk selalu peduli kepada sesama, serta Kirab Gunungan Hasil Bumi yang melambangkan rasa syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah SWT.” ujarnya , dilokasi.
Ia menambahkan, “Pesantren Alif Lam Mim Daal Ro memiliki peran penting dalam membina generasi muda yang berakhlak dan berilmu, serta menjadi penjaga tradisi yang sarat akan nilai-nilai luhur. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.” jelas Radya Anom kepada koransinarpagijuara.com
Rangkaian kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Kabupaten Sumedang, karena tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara pesantren, masyarakat, dan tokoh-tokoh Sumedang.***













