Pewarta : Vicky Rizki
Koran SINAR PAGI, Sumedang – Dalam upaya melestarikan budaya dan sejarah Sumedang Larang, Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga dan Rd. Brian AB Soemawilaga memberikan pemaparan mendalam mengenai Mahkota Binokasih Sanghyang Pake kepada generasi muda, khususnya Gen-Z.
Acara yang berlangsung di Bale Agung Srimanganti Karaton Sumedang Larang ini dihadiri oleh para pemuda dari berbagai wilayah Sumedang yang antusias mendalami warisan leluhur mereka. Minggu(29/9) Pagi.
Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga dalam pemaparannya menekankan pentingnya memahami simbol Mahkota Binokasih sebagai bukti kejayaan dan kebesaran kerajaan Sunda yang diwariskan kepada Sumedang Larang.
“Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi juga representasi nilai-nilai luhur kebijaksanaan, kearifan lokal, dan keberanian. Generasi muda harus memahami bahwa melestarikan sejarah bukan hanya tentang mengingat masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang berakar kuat pada tradisi,” ujar Radya Anom kepada koransinarpagi.com, dilokasi.
Rd. Brian AB Soemawilaga menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya Karaton Sumedang Larang untuk terus menginspirasi generasi muda agar menjaga dan mengembangkan budaya daerah, sembari tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan semangat yang diusung oleh Radya Anom dan Rd. Brian, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah leluhur mereka, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya tersebut di masa depan. ***













