Pewarta : Agus Lukman
Kabupaten Garut – Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang baru saja dilaksanakan di beberapa wilayah di Kabupaten Garut, khususnya di Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, kini menghadapi masalah serius. Mesin sibel yang menjadi komponen utama untuk mengalirkan air dari sumur bor, yang dipasang beberapa bulan lalu, rusak dan menyebabkan aliran air ke warga terhenti. Akibatnya, air yang seharusnya bisa dinikmati warga kini tak dapat dirasakan manfaatnya.
Penerima manfaat program SPAM ini adalah wilayah RW 10 dan RW 12. Namun, setelah beberapa bulan sejak pemasangan, warga dari kedua RW tersebut kini harus kembali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Salah satu tokoh masyarakat, Dede, yang menjabat sebagai Ketua RW 12, mengungkapkan bahwa meskipun program SPAM ini baru saja selesai dikerjakan, mesin sibel yang dipasang untuk menyedot air dari sumur bor mengalami kerusakan.
“Mesin sibelnya sudah rusak, sehingga airnya tak mengalir ke warga. Padahal, pembangunan program SPAM ini baru beberapa bulan lalu selesai,” ujar Dede dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa meskipun proyek tersebut sudah selesai, hingga kini belum ada perbaikan dari pihak pelaksana proyek yang dapat memastikan air kembali mengalir ke rumah-rumah warga.
Keluhan serupa juga datang dari warga RW 10 di Kampung Cipicung. Mereka mengungkapkan bahwa sejak awal, mereka berharap banyak pada program sumur bor yang diharapkan dapat mengatasi masalah air bersih di daerah tersebut.
Namun, harapan itu kini tinggal harapan, lantaran mesin sibel yang rusak menghambat distribusi air. “Airnya tidak mengalir, dan tidak ada solusi dari pihak terkait,” ujar salah seorang warga di RW 10.
Pihak warga meminta agar dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera menanggapi keluhan tersebut dan segera melakukan perbaikan.
