Pewarta : Ida
Kota Bandung – Dinas Kehutanan (Dishut) dan BPBD Jawa Barat memperketat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya risiko pada musim kemarau.
Kepala Dishut Jabar, Dodit Ardian Pancapana mengatakan, patroli di wilayah rawan, pemantauan tutupan hutan, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah di sekitar hutan, membuang puntung rokok sembarangan, maupun meninggalkan api unggun dalam kondisi belum padam. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api.
Sementara itu, BPBD Jabar meningkatkan pemantauan, peringatan dini, edukasi, serta kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.
Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, tercatat 90 kejadian karhutla di 72 kecamatan. Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Sumedang 16 kejadian, Majalengka 11 kejadian, dan Kabupaten Bandung 8 kejadian.
BPBD menegaskan sinergi pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci menekan risiko serta dampak karhutla selama musim kemarau.













