Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Nasib malang kembali dialami Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia, hal ini terungkap dari sebuah video yang dibuat oleh seorang wanita bernama, Nurhayati, warga Kp. Cipamingkis, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang tengah bekerja di salah satu keluarga di Kota Erbil, yang merupakan ibu kota Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) di Irak.
Dalam video berdurasi 2.39 menit yang diunggah oleh akun @rasty 3r di media sosial tiktok tersebut, Nurhayati meminta bantuan kepada seluruh masyarakat terutama Pemerintah Republik Indonesia untuk bisa membantunya terlepas dari masalah yang tengah dihadapinya.
Seharusnya, ucap dia, kontrak kerjanya selama 2 (dua) tahun, habis di Bulan Mei 2025 ini, namun ia mengaku mendapat kesulitan untuk mengurus kepulangannya, karena di fitnah telah mengambil perhiasan dan uang milik anak majikannya.
Akibat tuduhan tersebut ia mengaku mendapat tekanan mental yang luar biasa berat, dimana setiap saat dia dipaksa untuk mengakui perbuatan seperti yang dituduhkan majikannya.
Padahal tambah dia, seluruh barang miliknya sudah diperiksa dan tidak ditemukan barang yang diduga telah diambilnya tersebut.
“Saat ini saya mendapat tekanan mental berat dari majikan, saya terus dipaksa dan ditekan untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah saya lakukan, bahkan seluruh barang saya disita oleh majikan,” ucapnya dengan nada suara terbata – bata sambil meneteskan air mata.
Diakhir video, kembali ia memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia, terutama Presiden Prabowo Subianto untuk membantu memulangkannya ke tanah air.
“Kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan seluruh masyarakat Indonesia, mudah – mudahan bisa membantu menyelesaikan masalah yang sedang saya hadapi ini, terus terang saya sudah tidak kuat, mental saya dihajar habis – habisan setiap hari,” ucapnya.













