OPINI/Artikel

Beragama Bohong

adminsigiku.com
×

Beragama Bohong

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Bila kita belajar agama dari orang yang sangat paham realitas sosial, sungguh menarik. Termasuk sejumlah pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) tentang substansi dan implementasi ajaran agama.

Ia mengatakan “Bohong maneh beragama”. Bohong bila tidak peduli sosial dan peduli lingkungan. Kepada semua pemimpin, profesional dan siapa pun kita, agamanya bohong bila kita tidak “fungsional” dalam keseharian.

Allah itu rahman rahim, maka kita sebagai ciptaan_Nya yang paling sempurna, wajib duplikatif dengan sifat sifat_Nya, yaitu fungsional implementatif dalam nilai kerahman rahiman.

Mendengar dan menyimak KDM dalam menjelaskan implementasi ajaran agama sangat simple dan implementatif. Baginya bila manusia, alam, tidak ridha pada kita karena kita tidak “membumikan” ajaran agama maka Allah pun tidak akan ridha.

Kita versi KDM bisa masuk kategori “Bohong Beragama” dan “Beragama Bohong” bila dalam keseharian kita, mulai dari guru, dokter, para kepala daerah dan semuanya, kalau tidak peduli sesama dan solutif pada dinamika realitas sekitar.

Bagi KDM, kemanusiaan, cinta, kepedulian, kebersihan, kesehatan dan kesejahteraan adalah bagian terpenting dari fokus keberagamaan kita. Bila hidup kita tidak sehat lahir batin, identik kita beragama bohong, bohong beragama.