Pewarta : A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Desa Ciharalang merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Cijengjing, Kabupaten Ciamis. Orang yang pernah melihat Bale Sawala desa Ciharalang mungkin banyak orang bertanya – tanya disaat melihat Bale Sawala yang berada di belakang desa Ciharalang yang berlambangkan mahluk aneh.
Kepala Desa Ciharalang, A Muhlis saat ditanya perihal lambang mahluk aneh yang ada di depan Bale sawala dirinya mengatakan bahwa mahluk tersebut bernama Hewan Jelarang adalah Bajing (Tupai) pohon berukuran besar dari genus Ratufa hewan langka yang dapat ditemukan di Indonesia, terutama di hutan tropis dan subtropis.
“Hewan tersebut dikenal sebagai “Bajing Raksasa” karena ukurannya yang bisa mencapai 35-60 cm dengan ekor yang panjang, berwarna gelap dengan perut dan dada putih. Jelang adalah hewan soliter, aktif di siang hari, dan memakan biji-bijian, daun, serta buah” Ucapnya.
Lebih lanjut kepala desa mengatakan adapun
Ciri-Ciri Jelang
Ukuran Besar: Jelang adalah salah satu spesies tupai terbesar di dunia, dengan panjang tubuh yang bisa mencapai panjang 60 cm.berat sampai 3 kg
Bulu dan Ekor : Bulunya didominasi warna cokelat tua hingga hitam, sementara bagian perut dan dada berwarna putih. Ekornya yang panjang berfungsi untuk keseimbangan saat berada di pohon.
“Jalarang merupakan hewan arboreal (hidup di pohon) dan menghabiskan sebagian besar waktunya di puncak-puncak pohon. Makanan utama jelang adalah biji-bijian, daun, dan buah-buahan. Jalarang adalah hewan soliter yang hidup menyendiri dan aktif di siang hari” Imbuhnya.
Hewan jalarang yang ada di desa Ciharalang populasinya sangat sedikit, dari dulu tetap tidak bertambah dikisaran sepuluh ekor, mereka hidup di sekitaran hutan pinggir Citanduy jarang orang bisa menemukan tetapi mahluk tersebut masih ada.
“Dulu hewan tersebut beberapa tahun lalu sempat menghilang, namun disaat saya menjabat kepala desa hewan tersebut muncul lagi” Terangnya.
Desa Ciharalang berdiri pada tahun 1855 kepala desa yang pertama H Ubad yang masih merupakan keluarga besar kepala desa yang menjabat sekarang Asep Muhklis,Asep Muklis juga merupakan generasi yang ke sembilan.
“Awalnya desa Ciharalang akan diberi nama Desa Ciherang,karena berdekatan dengan sungai Citanduy, namun tidak mendapatkan kesepakatan, lalu diusulkan nama Jalarang, karena ada hewan langka yang tinggal di sekitaran Citanduy, tetapi lagi – lagi nama tersebut tidak mendapatkan kesepakatan, akhirnya diambilah dari kedua nama tersebut dengan sebutan Desa Ciharalang yang artinya Hewan Jalarang yang ada dipinggir Sungai Citanduy” Tandasnya.













