Pewarta : A Y Saputra.
Kabupaten Ciamis – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada hari Kamis 25 September 2025 dari sore hingga malam pemicu ambruknya salah satu rumah di Dusun Tanjungmanggu, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis.
Rumah ambruk di Dusun Tanjungamanggu tersebut adakah milik atas nama Dedah Suhaedah (50) yang merupakan seorang janda beranak tiga.
Adik Dedah, Asep Nandang Sutejo (41), saat ditemui media mengatakan untungnya waktu kejadian kakak dan ketiga anaknya tidak berada di dalam rumah ketika musibah terjadi karena mereka menginap di rumahnya.
“Untung saja kakak dan ketiga anaknya waktu kejadian nginap di rumah saya, Alhamdulillah aman tidak sampai kena musibah,” ucapnya.
Lebih lanjut Asep mengatakan sejak tahun 2021 Dedah sudah mengajukan bantuan rutilahu,namun hingga saat ini rumahnya sampai roboh belum ada realisasi.
“Memang survei dan dokumentasi sering dilakukan namun bantuan sampai saat ini tak kunjung datang,” ucap Asep.
Setelah berita rumah Dedah ambruk menyebar, respons pun mulai muncul.dari berbagai Pihak baik lokal maupun dinas terkait bergerak cepat memberikan bantuan.
“Bantuan datang dalam bentuk bahan bangunan, sembako, dan dukungan dari program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang disalurkan langsung oleh pemerintahan Daerah”.imbuhnya.
Ironisnya Dedah sudah lama mengajukan bantuan namun tidak kunjung mendapat jawaban. Sementara rumahnya terus memburuk.
“Sejak tahun 2021 sudah mengajukan bantuan namun sampai rumah kakak saya ambruk,belum dapat bantuan apa-apa,” kata Asep.
Situasi ini mencerminkan antara rencana program sosial dan realisasi di lapangan. Bantuan datang terlambat.
Warga sekitar lingkungan Dedah berharap pejabat daerah mempercepat penyaluran bantuan agar tidak ada lagi warga yang kehilangan tempat tinggal karena terlambatnya penanganan.
Mereka juga berharap agar proses verifikasi, survei, dan dokumentasi tidak sekadar formalitas, tetapi diikuti tindakan konkret.













