Pewarta : Arief
Kota Sukabumi — Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengencangkan kebijakan efisiensi anggaran di tengah tekanan fiskal dan tuntutan peningkatan layanan publik. Hal itu disampaikan Walikota Sukabumi, H. Ayep Zaki dalam apel sekaligus halal bihalal di Balai Kota, dengan penekanan bahwa penghematan harus tepat sasaran tanpa mengorbankan kualitas pembangunan.
Ayep menegaskan, bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai sekadar pemangkasan belanja rutin seperti perjalanan dinas. Lebih dari itu, reformasi harus menyentuh jantung pengadaan barang dan jasa yang selama ini dinilai masih menyisakan celah pemborosan.
Berkaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah dan Inspektorat telah diminta berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna merumuskan skema belanja yang lebih efisien dan transparan.
“Efisiensi bukan hanya dari perjalanan dinas. Kita sedang mengkaji, apakah pengadaan bisa dipangkas rantainya. Misalnya rumah sakit membeli obat langsung ke pabrik tanpa melalui pihak ketiga. Ini berpotensi menekan biaya secara signifikan,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan isu nasional terkait pengetatan anggaran di berbagai daerah, di mana pemerintah dituntut lebih adaptif dalam mengelola belanja publik di tengah keterbatasan fiskal dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Selain reformasi pengadaan, Pemkot Sukabumi juga mengadopsi kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diklaim sebagai bagian dari strategi efisiensi energi, khususnya dalam menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta biaya operasional harian.
Namun, penerapan WFH ini dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan publik. Pemerintah menegaskan akan menerapkan skema kerja yang terukur dan berbasis kinerja, sehingga produktivitas aparatur tetap terjaga.
Kebijakan WFH sendiri menjadi tren di berbagai instansi pemerintahan pascapandemi, tidak hanya untuk efisiensi biaya, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi sistem kerja yang lebih fleksibel dan berbasis digital.
Dengan kombinasi efisiensi pengadaan dan pola kerja baru, Pemkot Sukabumi berharap mampu menjaga stabilitas anggaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.













